alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Akses Laman PPDB SMP di Jombang Belum Sepenuhnya Normal

26 Juni 2020, 17: 41: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Laman PPDB SMP Negeri Kabupaten Jombang yang sempat mengalami error.

Laman PPDB SMP Negeri Kabupaten Jombang yang sempat mengalami error. (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Laman ppdbsmp.jombangkab.go.id yang menjadi akses calon peserta didik mendaftar di jenjang SMP, hari kedua kemarin (25/6) belum sepenuhnya normal. Meski bisa diakses tapi lemot dan sejumlah pendaftar belum bisa login memilih sekolah tujuan.

”Banyak laporan yang masuk terkait server yang lemot, hari kedua server PPDB belum lancar. Ini harus segera diperhatikan dinas terkait,” ujar M Syarif Hidayatulloh, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang kemarin. Antisipasi server lemot seharusnya dilakukan sejak awal agar kepanikan orangtua tidak bertambah. Menurutnya, persiapan sistem yang dilakukan kurang sehingga  server sering down dan tiba-tiba tak bisa diakses.

“Kalau persiapan sudah matang kejadian ini bisa diminimalisir,” tegasnya. Sistem pendaftaran online sudah pernah dilakukan pada PPDB sebelumnya. Semestinya, persoalan server sudah bisa diantisipasi dan tidak perlu terulang kembali pada PPDB tahun ini. Apalagi, pihak yang diajak bekerjasama membuka layanan online masih berasal dari instansi yang sama. ”Ya harapan kami ke depan bisa lebih baik,” katanya.

Tidak hanya itu, ia kembali menyoroti penggunaan surat keterangan domisili (SKD) palsu yang digunakan sebagai persyaratan pendaftaran. Sistem PPDB berbasis data dan dokumen masih lemah karena pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak. ”Jadi harus benar-benar diawasi,” terang dia.

Sementara itu, Agus Purnomo Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jombang menyebut perbaikan sistem laman terus dilakukan agar pendaftar bisa login memilih sekolah tujuan, atau memantau hasil pemeringkatan.

“Sudah diperbaiki sama tim, hari ini (kemarin, Red) sudah bisa diakses. Meskipun masih ada kendala, tapi kondisinya lebih baik dari hari pertama online dibuka,” katanya.  

Dalam perbaikan server itu, lanjut dia, panitia PPDB kabupaten sampai membagi laman menjadi tiga URL (Uniform Resource Locator) alternatif. Cara itu dilakukan agar laman lebih memiliki akselerasi hingga periode seleksi ditutup Sabtu (27/6) mendatang.

“Supaya calon peserta didik yang sudah mendapatkan username dan password pada periode pendataan, bisa mendaftar semua,” lanjutnya.

Sesuai ketentuan, dalam periode seleksi peserta didik memilih jalur pendaftaran, memilih sekolah tujuan, dan mengikuti proses seleksi. “Selama periode seleksi ini peserta didik tidak dapat melengkapi dokumen lagi ataupun mengubah informasi,” tegas Agus.

Terutama, surat keterangan domisili yang sebelumnya dilaporkan untuk mendapatkan titik koordinat. Peserta didik juga dapat memilih salah satu jalur pendaftaran sesuai dengan dokumen yang diunggah dan terverifikasi. Jalur pendaftaran yang tersedia sesuai dengan dokumen kelengkapan yang diunggah dan sudah diverifikasi.

Setelah memilih jalur, peserta didik dapat memilih alamat atau nilai yang digunakan untuk proses seleksi. Pilih sekolah tujuan yang tersedia, kemudian pantau hasil seleksi pada sekolah tujuan. “Apabila nama peserta didik masuk dalam daftar tidak lolos seleksi sementara, dapat membatalkan pilihan sekolah dan kembali memilih jalur hingga sekolah tujuan lagi,” ujarnya.

Pada akhir periode seleksi, semua login siswa akan dinonaktifkan dan tidak dapat memilih sekolah lagi. Disampaikan, hasil seleksi sementara menjadi hasil seleksi final. “Periode seleksi ini ditutup 27 Juni pukul 15.00,” pungkas dia.

Domisili Palsu, Tim Verifikasi Tak Awas

SEMENTARA itu beberapa orang tua calon peserta didik baru jenjang SMA/SMK di Jombang juga mengeluhkan adanya surat keterangan domisili fiktif. Bahkan, penggunaan dokumen fiktif ini tak bisa diketahui oleh tim verifikasi.

”Kenyataanya banyak kartu keluarga (KK) atau surat keterangan domisili yang diterbitkan kurang dari satu tahun namun tetap lolos verifikasi,” ujar Bambang, salah satu calon orang tua peserta didik kemarin.

Tim verivikator diduga kurang teliti melihat dokumen yang diunggah sehingga meski kurang dari satu tahun, tetap dinyatakan lolos. ”Seharusnya sejak awal sudah gugur secara administrasi, tapi tetap lolos,” keluhnnya.

Dirinya juga menilai tim verifikator tidak memahami definisi operasional yang diterbitkan paling singkat satu tahun,  bahkan tidak memperhatikan ketentuan Juknis PPDB yang tertera di halaman 10 dan 17.

”Sehingga dokumen KK atau Surat Keterangan domisili tidak dilihat tanggal diterbitkan paling singkat satu tahun,” ungkapnya. Untuk itu, dirinya berharap Cabang dinas pendidikan melakukan audit dengan sampling terhadap kinerja verifikator. Khususnya di SMA kota seperti SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Jombang. ”Ini harus dilakukan audit, untuk membuktikan KK yang digunakan benar-benar asli,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia