alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (30); Lokajanto

Setia Sejak 1990, Fans Dahlan Iskan

26 Juni 2020, 17: 38: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bagi Lokajanto salah satu pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos sudah lama mengenal koran ini. Hitungannya sejak 1990 silam, sudah memulai membaca Jawa Pos.

Bagi Lokajanto salah satu pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos sudah lama mengenal koran ini. Hitungannya sejak 1990 silam, sudah memulai membaca Jawa Pos. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bagi Lokajanto salah satu pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos sudah lama mengenal koran ini. Hitungannya sejak 1990 silam, sudah memulai membaca Jawa Pos.

JOMBANG - DI rumahnya yang berada di Jl Pahlawan Kelurahan Kepanjen Jombang Lokajanto nampak duduk dekat pintu rumah. Ditemani salah satu anaknya, dia terlihat asyik membicarakan sesuatu.

Sesaat kemudian ia lantas menunjuk bagian AC yang tengah diperbaiki. Tak jarang terdengar dia menyebut satuan harga. Maklum, Lokajanto memang salah satu pemilik bengkel AC di Jombang kota.

Meski usianya sudah 71 tahun, dia tetap setia menjadi pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos. Ini makin terlihat setelah disamping kursi yang dia duduki terdapat koran terbitan edisi Selasa kemarin (23/6).

Dia berlangganan koran ini sudah lama. Saking lamanya, dia nampak menghitung dan bertanya ke anggota keluarganya. “Dulu waktu masih di Tugu, belum pindah ke sini, sudah langganan, ya 1990 itu sudah beli Jawa Pos,” katanya bercerita.

Kolok, sapaan akrabnya, kemudian memastikan kembali berlangganan tepat saat pindah ke Jl Pahlawan. “Pindah kesini 1993 sudah langganan. Ya benar, 1990 awal langganan, berarti sudah 30 tahun,” paparnya kemudian diiyakan anak perempuannya.

Menurut dia, banyak cerita yang dikenang dari berlangganan Jawa Pos sampai sekarang. Salah satunya ketika muncul Jawa Pos Radar. “Waktu ada moment tertentu seperti pelantikan pejabat atau pergantian bupati. Itu kita masukkan, pasti ada atensi ucapan selamat, termasuk duka cita. Soalnya kita punya banyak relasi di kantor-kantor,” tutur pemilik nama Tionghoa Tan Ping Lok ini.

Tidak hanya itu, sajian berita yang tertuang di Jawa Pos sangat pas. Bapak tiga anak ini menyebut berita yang ada di koran ini enak dibaca. “Arane ae Jawa Pos. Mudah dipahami, orang-orang rata-rata juga bacanya Jawa Pos. Jadi saya kira semua beritanya bagus,” terang Kolok.

Meski begitu, dari sekian banyak sajian berita, yang paling diburu adalah tulisan Dahlan Iskan. Ya, sejak dulu Kolok fans Dahlan Iskan. “Yang paling ingat sampai sekarang sebelum Pak Dahlan di PLN (Dirut PLN, Red). Apalagi pas menjabat, efeknya sampai sekarang terasa,” tutur dia.

Dicontohkan hingga saat ini ketika listrik mengalami trouble langsung direspons. “Pokoknya dulu itu sering padam, trouble. Sekarang sudah jarang, mana ada listrik padam. Sekarang ditelpon sudah langsung nyambung,” papar Kolok.

Hal itu sangat disenanginya karena memang selama ini ia bergelut dengan reparasi AC sehingga ingat betul perjalanan listrik. “Sekarang sudah enak, tidak seperti dulu, ya mungkin gara-gara Pak Dahlan ini,” pungkasnya sambil tertawa. (bersambung)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia