alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Usai dari Bondowoso, Giliran Rombongan DPRD Semarang Kunker ke Jombang

26 Juni 2020, 10: 18: 41 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Gedung DPRD Jombang

ILUSTRASI: Gedung DPRD Jombang (AZMY ENDIYANA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Tidak hanya mendapat kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten Bondowoso. Rabu (25/6) kemarin, DPRD Kabupaten Jombang juga menerima rombongan kunker dari DPRD Kabupaten Semarang.

”Benar kemarin (25/6) ada tamu dari DPRD Kabupaten Semarang,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakannya, untuk tamu dari Kabupaten Semarang datang terlebih dahulu dibandingkan dengan dari DPRD Kabupaten Bondowoso. ”Datangnya lebih pagi daripada Bondowoso kemarin,” ungkapnya.

Terpisah, Joko Fattah Rochim kembali menyoroti kegiatan kunker dewan termasuk kegiatan para wakil rakyat menerima kunker dari daerah lain. ”Baik kunjungan kerja ke luar maupun menerima kunjungan sama-sama berisiko, sama-sama keluar anggaran,” terang koordinator Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ).

Dia menilai ada sesuatu yang janggal di balik kegiatan dewan menerima tamu dari rombongan DPRD Kabupaten Semarang. ”Ini juga aneh, padahal minggu kemarin DPRD Jombang datang ke Kabupaten Semarang bahas penanganan Covid-19. Sekarang malah DPRD Kabupaten Semarang yang datang ke Jombang juga bahas Covid-19,” ungkapnya.

Dia pun lagi-lagi mempertanyakan hasil kunker komisi B DPRD Jombang yang sebelumnya diam-diam berangkat kunker ke Kabupaten Semarang. ”Kenapa harus balik lagi ke Jombang, terus apa yang dikoordinasikan pada saat di sana (Semarang, Red) jadi ini justru seakan-akan buang anggaran,” tegasnya.

Terlebih lagi, kasus positif di Jombang semakin tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Semarang, sehingga apa yang dilakukan pembahasan para wakil rakyat tersebut. ”Ini yang harus diketahui semua hasil kunjungan kerja yang dilakukan wakil rakyat,” ungkapnya.

Karena selama ini dirinya melihat, hasil kunker yang dilakukan dewan tidak ada hasil yang jelas. ”Harusnya apa yang dihasilkan kunker itu semua tahu,” pungkas Fatah.

Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah kegiatan kunker (kunjungan) anggota DPRD Jombang yang banyak menuai sorotan.

Rabu (24/6) kemarin para wakil rakyat menerima kunjungan dari anggota DPRD Kabupaten Bondowoso, padahal situasinya masih darurat Covid-19.

Seperti yang terlihat kemarin, para anggota DPRD Bondowoso ditemui Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farisi dan Ketua Komisi B Sunardi serta anggota Komisi B M Subaidi Muchtar. Setelah dilakukan pertemuan, para wakil rakyat itu langsung membahas pokok permasalahan di ruang paripurna DPRD Jombang.

”Kedatangan anggota DPRD Bondowoso ini terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Jombang seperti apa,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Selain itu, lanjut pria yang kerap disapa Gus Farid menambahkan, Pemkab Jombang juga sudah menyiapkan anggaran Rp 140 miliar untuk penanganan Covid-19 dan dampak ekonomi masyarakat.

”Adanya kunker ini untuk saling koordinasi antar DPRD, karena tentu kabupaten atau kota lainnya mempunyai strategi masing-masing untuk penanganan Covid-19 ini,” terangnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia