alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Bupati Hj Mundjidah Wahab Ajak Gereja di Jombang Ikut Perangi Covid-19

25 Juni 2020, 13: 47: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengajak pengurus badan musyawarah antar gereja (BMAG) turut mengawal suksesnya pemutusan mata rantai Covid-19 di Jombang.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengajak pengurus badan musyawarah antar gereja (BMAG) turut mengawal suksesnya pemutusan mata rantai Covid-19 di Jombang. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengajak pengurus badan musyawarah antar gereja (BMAG) turut mengawal suksesnya pemutusan mata rantai Covid-19 di Jombang. Hal itu disampaikan bupati saat mengisi dialog penerapan kebijakan menyongsong new normal di Jombang.

Kegiatan dialog digelar di sekretariat BMAG di ruko Simpang Tiga Mojongapit. Dalam penyampaiannya, bupati banyak memaparkan tentang aturan beribadah yang diselenggarakan di tempat ibadah umum.

”Agar jemaat gereja selalu waspada dan ikut mendukung upaya-upaya pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” terang Mundjidah.

Berbagai upaya pencegahan bisa dilakukan, diantaranya dengan kegiatan penyemprotan gereja dengan disinfektan secara berkala dan juga membatasi kegiatan jemaat menghindari kerumunan.

Selain itu, bupati juga menyarankan kepada jemaat agar beribadah di rumah masing-masing. ”Jika memungkinkan, bisa beribadah dengan live streaming,” bebernya.

Kalaupun ada kegiatan yang mengharuskan jemaat datang ke gereja, harus memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah. ”Yaitu jaga jarak, tidak ada sentuhan satu dengan yang lain, menganjurkan jemaat yang sakit tidak boleh hadir,” bebernya.

Selain itu, mempersingkat durasi ibadah dan mengatur tempat duduk sedemikian rupa supaya tidak berhimpitan. Bupati menyebut, di setiap kesempatan dia selalu mengingatkan warga disiplin menjalankan protokol kesehatan.

”Tapi setelah diingatkan berkali-kali masih ada saja masyarakat yang melanggar dan kurang disiplin, sehingga masih ada saja warga Jombang yang terkena Covid-19. Saat ini Covid-19 belum ada obatnya, dan belum ada vaksinnya. Sementara vaksin paling manjur adalah disiplin,” tegas Mundjidah.

Menurut Mundjidah, peran serta gereja di Kabupaten Jombang sangat penting. Sinergitas antara pemerintah dan BMAG untuk mengatasi Covid-19  diharapkan semakin kuat. ”Sehingga bisa kembali menuju kehidupan normal termasuk dalam bidang ekonomi,” tandasnya.

Selain itu, bupati juga mengajak pengurus BMAG berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama, tanpa melihat suku agama, kedudukan, dan sosial ekonomi. ”Kita harus menjaga kebersamaan dengan semua orang. Menjalin hubungan yang baik dengan siapapun tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan BMAG menjadi salah satu pilar penting untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Jombang. ”Menjaga kerukunan umat beragama adalah salah satu tugas penting pemerintah Kabupaten Jombang. Salah satunya melalui penguatan BMAG sebagai pilar menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Bupati Mundjidah Wahab.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia