alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dihuni 77 Pasien Covid-19, Rumah Isolasi Stikes Pemkab Jombang Penuh

25 Juni 2020, 12: 48: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rumah isolasi di Stikes Pemkab Jombang.

Rumah isolasi di Stikes Pemkab Jombang. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kapasitas rumah isolasi di Stikes Pemkab Jombang sudah penuh. Total 77 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Sisanya masih membutuhkan perawatan di RSUD Jombang, RSUD Ploso dan RSK Mojowarno,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang kemarin.

Dari 212 kasus Covid-19 di Jombang, ia menyebut 121 diantaranya dirawat di RSUD Jombang sebagai rumah sakit rujukan. Namun tidak semua menjalani perawatan medis di RSUD Jombang. Tercatat ada 77 orang yang menjalani perawatan di rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang.

“Rumah isolasi itu kepanjangan dari ruang isolasi RSUD Jombang karena di sana sudah penuh,” tambahnya. Sedangkan 31 pasien lain dirawat di RSUD Ploso, 11 di RSK Mojowarno dan enam orang menjalani perawatan di luar Jombang.

Diantaranya satu pasien di RS Royal Surabaya, satu pasien di RSUD Pare Kediri, satu pasien di RS HVA Pare Kediri, dan dua lainnya di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Ada  tujuh orang menjalani isolasi mandiri. Sementara 18 orang dinyatakan sembuh total dan 18 lainnya meninggal dunia.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk rumah isolasi di gedung  tenis indoor, ada 100 tempat tidur yang disediakan, sampai saat ini sudah terisi kurang lebih 70 pasien. “Seluruhnya hasil rapid test menunjukkan reaktif dan menunggu jadwal uji swab,” pungkasnya.

Aparma Siapkan 70 Tempat Tidur

SEMENTARA itu, Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu yang kembali ditunjuk sebagai rumah isolasi Covid-19, menyiapkan 35 kamar. Kamar itu disiapkan bisa menampung antara 60-70 pasien.

“Kemarin sudah ada komunikasi dengan Pemkab Jombang, kita sedang melakukan persiapan baik fasilitas maupun tenaga yang akan diperbantukan di sini,” ungkap Zulfikar As’ad, Wakil Rektor Unipdu Jombang.

Ia menjelaskan, masing-masing kamar di Aparma sebenarnya berkapasitas empat orang dengan dua ranjang susun. Hanya saja, untuk penanganan Covid-19 ini tidak semua diisi sesuai dengan kapasitas kamar. Kemungkinan akan diisi antara 60-70 orang saja.

Ditanya tenaga yang diperbantukan, Gus Ufik, sapaan akrabnya mengaku telah menyediakan beberapa orang dari Fasilitas Ilmu Kesehatan (FIK) Unipdu gabungan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang. Meski begitu, ia belum merinci berapa total keseluruhan tenaga kesehatan yang diperlukan. “Ini masih kita hitung, gabungan antara FIK Unipdu dengan IDI Jombang,” tambahnya.

Sementara untuk keamanan, pihaknya akan menggunakan keamanan standar saja. Tidak sampai memasang gedek guling memutari gedung seperti persiapan yang sebelumnya sempat dilakukan. “Karena kemungkinan yang akan dirawat di sini hanya pasien reaktif, bukan yang positif,” pungkas Gus Ufik.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia