alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Tergeser di Jalur Zonasi, Siswa Baru SMA/SMK Bisa Pakai Jalur Prestasi

25 Juni 2020, 09: 44: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: PPDB SMA di Kabupaten Jombang

ILUSTRASI: PPDB SMA di Kabupaten Jombang (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG - PPDB SMA/SMK jalur zonasi di Kabupaten Jombang berakhir kemarin (24/6). Calon peserta didik yang merasa tergeser lantaran jarak rumah, bisa melirik pendaftaran tahap tiga jalur prestasi yang dimulai hari ini. Meski begitu, mereka harus cermat dengan perhitungan matang.

Alfian Rosadi Kasi SMK Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang mengatakan, jalur prestasi yang dibuka hari ini melihat rerata nilai rapor bagi SMA dan jalur reguler bagi SMK selama tiga hari ke depan.  Meski jalur zonasi sudah berakhir, ia mengaku belum bisa mengetahui jumlah pendaftar.

”Saat ini tahap PPDB belum selesai, sehingga belum diketahui jumlah siswa yang sudah mendaftar,” tegasnya. PPDB tahap dua jalur zonasi SMA sudah berakhir dan ditutup sistem pukul 23.59 WIB. Bagi siswa yang sudah mengikuti seleksi di jalur zonasi, sedianya melalui laman ppdbjatim.net akan dimumumkan hari ini.  

Sementara itu, pantauan di laman ppdbjatim.net, jarak terdekat siswa yang lolos di beberapa SMAN pada jalur zonasi cukup bervariatif. Seperti di SMAN 1 Jombang misalnya, jarak terdekat hanya berjarak 195 meter dan jarak terjauh 1.930 meter. Tak berbeda jauh, di SMAN 2 Jombang, jarak terdekat siswa lolos jalur zonasi sejauh 139 meter dan jarak terjauh berjarak 935 meter.

Sementara di SMAN Jogoroto jarak terdekat berjarak 255 meter, sedangkan jauh terjauh cukup jauh yakni 4.502 meter. Sementara itu di SMAN 3 Jombang jarak terdekat 113 meter dan jarak terjauh 1.373 meter. SMAN Ngoro jarak terdekat hanya 67 meter dan jarak terjauh 2.459 meter.

Kepala SMAN 2 Jombang Budiono membenarkan jarak masuk di jalur zonasi terdekat hanya 139 meter. ”Dan jarak terjauh kalau tidak salah 935 meter, artinya kalau lebih dari itu tersisihkan, tidak lolos,” ujarnya. Dari total pagu sebanyak 350, ia menyebut jalur zonasi sudah terpenuhi dengan rincian 35 per rombel.

”Sudah penuh sejak hari pertama namun datanya kan bergerak terus hingga hari ini,” tambah dia. Meski begitu  dia belum mengetahui jumlah siswa yang lolos di jalur zonasi. ”Di sistem tidak disebutkan jadi kami tidak mengetahui berapa yang lolos,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia