alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

GOR Merdeka Jombang Batal Digunakan Rumah Isolasi Pasien Covid-19

24 Juni 2020, 16: 34: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

GOR Merdeka Jombang

GOR Merdeka Jombang (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – GOR Merdeka Jombang yang rencananya bakal dijadikan rumah isolasi Covid-19 batal. Selain kurang layak untuk dijadikan rumah isolasi, beberapa fasilitas pendukung juga banyak yang tidak memenuhi syarat.  

“Ya tidak jadi pakai GOR, kemarin kan hanya wacana, masih perlu banyak pertimbangan untuk ditetapkan sebagai rumah isolasi,” ungkap Bupati Mundjidah Wahab kemarin (23/6). Menurutnya, penggunaan GOR kurang layak membutuhkan banyak perbaikan pada beberapa fasilitas pendukung. Mulai dari pengecatan sampai perbaikan lantai yang rusak.

Kamar mandi juga disebut kurang layak dan tidak memenuhi bila digunakan untuk banyak orang. “Kalau di sana harus banyak renovasi, jadi kita mencari tempat lain,” tambahnya. Keputusan pembatalan itu dilakukan Senin siang (22/6) setelah ada rapat koordinasi.

Rumah isolasi yang ditunjuk selanjutnya adalah Aparma Unipdu Jombang. Menurutnya di Aparma lebih layak dan cukup ideal dijadikan tempat isolasi. Sebelumnya, Aparma juga sempat ditunjuk menjadi rumah isolasi. Selain lokasinya jauh dari perkampungan warga, Aparma Unipdu juga tidak ditempati.

Lokasinya juga berdekatan dengan RS Unipdu. Namun karena tenaga yang belum siap, maka penunjukan Aparma sebagai rumah isolasi dibatalkan. Meski begitu, bupati belum menyebut kapan Aparma Unipdu tersebut akan ditetapkan sebagai rumah isolasi dan ditempati.

“RSUD Ploso yang ditunjuk untuk menjadi pengelola. Artinya Aparma nanti menjadi kepanjangan ruang isolasi RSUD Ploso, termasuk yang akan tinggal disana nanti bergantung manajemen RSUD Ploso,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Berdasar hasil rapat Senin sore tidah hanya Aparma Unipdu yang ditunjuk sebagai alternatif rumah isolasi. Tapi juga BLK Jombang. “Yang jelas hasil rapat kemarin sore GOR dipending dan dialihkan ke dua tempat tersebut, RSUD Ploso sebagai pengelola,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, dr Iskandar Dzulqornain Direktur RSUD Ploso tak mau berandai-andai termasuk menentukan siapa saja yang akan diisolasi di sana. Sebab, belum ada penunjukan surat resmi. “Kalau memang kami yang ditunjuk sebagai pengelola, akan kami upayakan bisa terpenuhi dengan baik, termasuk tenaga,” ujar dia.

Namun ia tak ingin membayangkan terlalu jauh, mengingat Unipdu memiliki rumah sakit dan sekolah keperawatan yang bisa saja tenaganya diambilkan dari sana. “Itu nanti masih bisa dibicarakan lagi,akan kami upayakan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Ia juga belum memutuskan siapa yang akan tinggal di sana. Apakah nanti untuk pasien reaktif atau pasien positif namun tanpa gejala. “Kita lihat dulu lokasinya seperti apa, fasilitasnya bagaimana, baru ditentukan siapa saja, apakah hanya suspect, orang berisiko tinggi atau pasien Covid-19,” pungkas Iskandar.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia