alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

19.493 Peserta Didik di Jombang Bersaing Diterima di SMP Negeri

24 Juni 2020, 16: 30: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: PPDB SMP Kabupaten Jombang

ILUSTRASI: PPDB SMP Kabupaten Jombang (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP negeri dimulai serentak hari ini (24/6). Sebanyak 19.493 siswa yang sudah mengunggah data dan mendapat PIN, bakal berlomba untuk mendaftar secara online. Pendaftaran ini dibuka sejak pukul 00.00 dini hari.

Agus Suryo Handoko Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) menjelaskan, pendaftaran PPDB online utama dibuka Rabu (24/6) pukul 00.00 hingga ditutup Sabtu (27/6) pukul 15.00 waktu sistem online. ”Semoga tidak ada ganggungan, kita mulai pukul 00.00 dan server sudah siap seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya kemarin (23/6).

Dijelaskan, dari jumlah siswa yang sudah mengunggah data dan mencetak PIN total mencapai 19.493 siswa. Jumlah itu terdata per pukul 14.00 Selasa kemarin (23/6). Sementara  pagu yang tersedia di 45 SMPN se-Jombang, hanya terdapat 10.336 kursi dengan rincian 32 siswa per rombongan belajar (rombel). Dengan kata lain, sejumlah 9.157 siswa dipastikan tidak lolos dalam seleksi PPDB tahun ini.

”Ya memang perbandingan lulusan SD/MI dengan daya tampung SMPN di Jombang tidak sama, sehingga yang sembilan ribu sekian itu dipastikan tidak tertampung,” terangnya. Meski begitu, siswa yang tidak lolos di SMPN negeri tak perlu berkecil hati. Sebab, mereka masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di SMP swasta atau MTsN yang di bawah naungan Kemenag. ”Untuk SMPN swasta proses PPDB diatur satuan pendidikan masing-masing,” terangnya.

Ia menjelaskan, pada proses pendaftaran siswa akan langsung menuju laman ppdbsmp.jombangkab.go.id yang dikelola Dinas P dan K serta Dinas Kominfo. Disinggung kesiapan server PPDB pada hari pertama, Agus mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kominfo.

”Untuk mengantisipasi server troubel kami sudah komunikasi. Tahun kemarin memang ada troubel di hari pertama karena masalahnya bukan di server Kominfo, namun jaringan di Dinas Pendidikan. Insya Allah ini sudah ditata,” papar dia.

Dalam hal pemilihan sekolah, siswa hanya dapat memilih satu sekolah sesuai jalur yang dipilih. Namun, siswa dapat menggunakan kesempatan di semua jalur yang ada jika salah satu jalur yang mereka pilih tidak lolos.

”Boleh menggunakan semua jalur, namun siswa tidak bisa menggunakan empat jalur bersamaan. Sebagai contoh, misalnya siswa memilih jalur zonasi. Itu dipantau dulu, namun jika selama pemantauan siswa tergeser dari pagu sekolah yang dipilih, maka bisa menggunakan jalur lain dengan cara membatalkan jalur yang pertama,” bebernya.

Agus lantas menyatakan kunci sukses dalam PPDB SMPN bukan hanya terletak pada jarak domisili. Namun cermat dalam memerhatikan kesempatan. ”Jadi siswa harus memantau selama empat hari, kalau tersisihkan dari jalur awal bisa mencoba jalur lain sesuai data pendukung yang diunggah,” pungkas dia.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia