alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (28); Gus Ufik

Kliping Opini Jawa Pos 1994

24 Juni 2020, 16: 20: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Dr dr Moh Zulfikar As’ad menunjukkan kliping opni Jawa Pos 1994.

Dr dr Moh Zulfikar As’ad menunjukkan kliping opni Jawa Pos 1994. (ROJIFUL MAMDUH//JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Rubrik opini Jawa Pos ternyata sangat disukai pengasuh PP Darul Ulum Rejoso DR dr Moh Zulfikar As’ad. Sejak 1990, dia aktif menulis dan mengkliping opini Jawa Pos.

Saat ditemui di rumahnya komplek PP Darul Ulum Rejoso kemarin, Gus Ufik, sapaannya menunjukkan album besar. Isinya foto-foto keluarga. Namun ada satu frame yang isinya beda. “Ini opini yang saya tulis di Jawa Pos sekitar 1993-1994,” ucapnya sembari menunjukkan kliping opini berjudul; Informasi Kedokteran untuk Masyarakat.

Pria kelahiran 26 Februari 1964 ini lulus Fakultas Kedokteran UGM 1990. Sejak itu, dia mengabdi sebagai dokter di PP Darul Ulum. “Sejak 1990 itu saya mulai langganan Jawa Pos,” ungkapnya. Rubrik yang paling dia gemari yakni opini.

“Karena disitu ulasannya mendalam,” ungkapnya. Ada pemikiran dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Ada gambaran solusi suatu permasalahan. Ada edukasi masyarakat. “Serta bagaimana menyikapi kejadian,” kata suami Afifah S Zulfikar ini.

Sejak 1990 itu dia sudah aktif menulis opini di Jawa Pos. Makanya dia usul agar Jawa Pos Radar Jombang kembali menghidupkan rubrik opini. “Dulu ketika di Radar Jombang ada rubrik opini, saya juga sering nulis,” ucap doktor alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair ini. Tema yang dia tulis bukan hanya kesehatan. Namun juga pendidikan.

Selain mengasuh pesantren, dia juga tercatat sebagai Wakil Rektor Unipdu, pengawas RS Unipdu Medika dan ketua Asosiasi RS NU (Arsinu) pusat. Juga Ketua 1 YARSIS Surabaya, Ketua Badan Pelaksana Kesehatan PBNU serta Dewan Pakar PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia).

“Yang dimuat Radar Jombang permasalahan-permasalahan lokal. Pasti banyak ahli yang juga memiliki gambaran solusi atas permasalahan itu. Sehingga perlu dituangkan di rubrik opini,” ungkapnya. Menurut dia, konten Radar Jombang sudah bagus. “Akurasi dan keberimbangannya saja yang perlu terus ditingkatkan,” beber Gus Ufik.

Manfaat langganan Jawa Pos menurutnya cukup banyak. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga menumbuhkan semangat literasi kepada anak. “Karena setiap hari di rumah ada koran baru, anak-anak menjadi senang membaca,” bebernya.

Hanya saja dia berharap ada konten khusus untuk anak. “Kalau seperti sekarang, isinya Covid-19 semua, masyarakat awam justru takut,” ungkapnya. Anak-anak juga takut. “Makanya harus ada sisi lain.  Misalnya hikmah Covid-19 ini. Juga restimoni pasien yang sembuh untuk membangun optimisme,” paparnya.

Dia pun mencontohkan hikmah Covid-19 yang dia rasakan puasa kemarin. “Biasanya kita buka bersama di luar, jadi full buka bersama di rumah. Biasanya keluar kota, sekarang full di rumah. Ini membuat semakin dekat dengan anak-anak,” urai ayah lima anak ini. (bersambung)

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia