alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Bidan di Peterongan yang Dimakamkan Normal Ternyata Positif Covid-19

22 Juni 2020, 13: 05: 07 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG - Nasib memprihatinkan menimpa DR, bidan desa di wilayah Kecamatan Peterongan. Perempuan yang tengah hamil tua meninggal Rabu (16/6). Hasil uji swab, menyatakan positif terpapar Covid-19.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan, DR meninggal pada Rabu (16/6). Setelah sempat beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Jombang, tenaga kesehatan ini akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Saat ini jenazah sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum tempat tinggalnya di Desa Jabon, Kecamatan Jombang. Lantaran belum ada hasil uji swab, pemakaman dan pemulasaran DR dilakukan tanpa protokol Covid-19.

”Dari informasi yang saya terima, pemakaman dan pemulasaraan jenazahnya dilakukan seperti biasa (tidak menggunakan protokol Covid-19). Bahkan pelayatnya waktu itu juga banyak,” ujar salah satu sumber internal Jawa Pos Radar Jombang.

Hingga dua hari setelahnya, hasil uji swab keluar dan DR dinyatakan positif terpapar korona. ”Dua hari setelah kematiannya, hasil test swab keluar dengan hasil positif Covid-19,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang tak menampik informasi ini. ”Benar, demikian kondisinya. Jadi bu bidan ini meninggal dan hasil swabnya keluar dua hari setelahnya dengan hasil positif,” ujar Pudji.

Pudji menjelaskan, DR sempat dirawat di RSUD Jombang. Ia masuk, dan dirawat di rumah sakit dengan keluhan pneumoni. Pudji membenarkan jika kondisi DR tengah hamil delapan bulan saat menjalani perawatan.

”Saat dilakukan beberapa kali rapid test, hasilnya nonreaktif. Tapi untuk kehati-hatian selama di rumah sakit pasien tetap kita letakkan di ruangan abu-abu, dengan penjagaan dan pelayanan kesehatan level III,” lanjutnya.

Hingga beberapa hari menjalani perawatan, DR pun menghembuskan napas terakhir di ruang abu-abu itu. Pudji pun mengakui proses pemulasaraan jenazah dilakukan dengan cara normal, alias tanpa protokol kesehatan.

”Pada saat itu, keluarga tidak berkenan untuk dilakukan protokol Covid-19. Kami juga tidak bisa menahan karena kita belum punya dasar, mengingat hasil test swab belum keluar, dan hasil rapid testnya nonreaktif,” tambah Pudji.

Hingga Jumat (19/6) hasil uji swab untuk DR keluar dengan hasil positif. Pudji menyebut dua sampel yang dikirim ke laboratorium menyatakan hasil sama. Sebagai upaya pencegahan, petugas sudah melakukan tracing ke sejumlah orang yang diduga kontak langsung dengan pasien.

”Setelah dinyatakan itu (positif Covid, Red) sudah dilakukan rapid test, baik ke petugas di RSUD, di puskesmas tempat bekerjanya juga di keluarga. Hasilnya dua diantara keluarga pasien ini reaktif,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia