alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Catat! Wisata Gus Dur Masih Ditutup, dan Belum Ada Rencana Buka

21 Juni 2020, 16: 36: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kawasan wisata religi makam gus Dur belum ada rencana kapan dibuka.

Kawasan wisata religi makam gus Dur belum ada rencana kapan dibuka. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sejak ditutup pertengahan Maret lalu, pengurus Pondok Pesantren Tebuireng belum ada rencana membuka kembali kawasan wisata religi Makam Gus Dur. Pihaknya lebih mengutamakan sisi dampak kesehatan kalau tempat wisata itu kembali dibuka.

”Jadi belum ada keputusan sampai sekarang. Mungkin nanti akan kita pikirkan setelah situasi sudah normal,” ujar  pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin kepada wartawan beberapa waktu kemarin. Ia menegaskan, seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang, hingga kini belum ada rencana pembukaan kembali wisata makam Gus Dur.  

Pihaknya mengaku masih fokus mempersiapkan kedatangan santri Ponpes Tebuireng. Termasuk penyiapan protokol kesehatan ketika santri mulai mondok di pesantren. ”Kita masih memikirkan pertimbangan kesehatan mengenai kegiatan belajar mengajar santri,” tambahnya.

Meski masih ditutup untuk umum, namun area wisata makam Gus Dur hingga komplek makam tetap dirawat dan dibersihkan secara berkala. ”Untuk rencana pembukaan, nanti akan kita koordinasikan dengan pihak lain karena tidak hanya menyangkut masalah internal, namun juga secara umum,” tegas Gus Kikin.

Hal senada disampaikan Lukman Hakim, salah satu mudir Pondok Tebuireng yang menyebut wisata religi makam Gus Dur sampai hari ini belum ada pembahasan dengan pemerintah daerah. ”Kapan dibuka atau rencana pembukaan belum kita bahas. Karena masih mempersiapkan kedatangan santri,  kembali ke pondok,” jelas dia.

Bahkan, soal kedatangan santri sampai sekarang pihak internal pondok belum menetapkan tanggal. Menurut dia, kedatangan santri dan pembukaan makam Gus Dur adalah dua hal yang butuh pembahasan mendalam. Sebab dua-duanya harus mengutamakan protokol kesehatan. ”Ada dua pertimbangan yang kita pikirkan, yakni pertimbangan dari pesantren dan pemerintah terutama Gugas PP,” tandasnya.

Semisal pemerintah dalam beberapa bulan ke depan berencana membuka wisata, pihaknya pun masih berfikir dua kali membuka makam Gus Dur. ”Karena wisata makam Gus Dur kan beda dengan wisata umum. karena di dalamnya terlibat orang-orang pondok, bahkan santri juga dalam lingkungan yang sama,” pungkas Lukman.

Tinjau Lokasi sebelum Wisata Dibuka

SEMENTARA itu Bupati Jombang Mundjidah Wahab meminta pengelola pariwisata untuk berkirim surat ke Pemkab Jombang tentang kesiapan tempat wisata jika akan dibuka kembali. Survei lapangan akan dilakukan cepat, sebelum memutuskan izin diperbolehkan buka atau tidak.

“Nanti akan ada tim yang meninjau ke lapangan, jika sudah memenuhi syarat protokol kesehatan, maka akan diizinkan, tapi kalau belum memenuhi syarat ya tidak,” ungkapnya. Diantara syarat yang harus dipenuhi adalah tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengatur jaga jarak secara ketat, hingga tidak diperbolehkan ada kerumunan di tempat wisata.

Termasuk harus ada rute keluar masuk yang jelas sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung pada salah satu pintu masuk atau keluar. Termasuk mewajibkan pengunjung untuk pakai masker. “Protokol kesehatan ini dilakukan di semua kegiatan, jangankan tempat wisata, di masjid saja harus gunakan protokol kesehatan mulai pengukuran suhu tubuh, pakai masker dan jaga jarak saat salat,” tambah Mundjidah.

Namun ia belum menjelaskan sedetail apa saja syarat yang harus dipenuhi para pelaku wisata itu. Antusias pelaku wisata untuk membuka kembali tempat wisata diakuinya cukup tinggi. Semua peraturan masih dirumuskan dalam perbup sebagai payung hukum yang jelas. “Sekaligus ada sanksi yang tegas bagi siapa saja yang melanggar,” pungkasnya.

(jo/ang/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia