alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Polisi Selidiki Dugaan Pungli dalam Penyaluran Bansos di Segodorejo

17 Juni 2020, 19: 10: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Pungutan liar

ILUSTRASI: Pungutan liar (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Banyaknya persoalan terkait penyaluran bansos tak luput dari perhatian polisi. Korps Bhayangkara bahkan sudah mendalami dugaan pungli bansos di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito.

”Sementara informasi kan memang banyak yang sudah masuk, cuma yang masuk lidik (penyelidikan) baru satu,” ucap Kasatreskrim Polres Jombang Iptu Cristian Kosasih.

Sebagai langkah, pihaknya sudah memanggil sejumlah pihak guna dimintai keterangan. ”Ada sekitar 7 orang yang sudah dipanggil, kita mintai keterangan baik dari perangkat desa maupun korban,” imbuhnya.

Dari keterangan warga, usai menerima bantuan, warga didatangi oknum perangkat desa. ”Untuk informasi sementara kan dari perangkat desa ini mendatangi rumah penerima modusnya, untuk mengutip uang bantuan itu,” lanjutnya.

Sementara dari pengakuan, kutipan itu untuk dibagikan kembali. ”Pengakuannya dibagikan kembali untuk pemerataan, tapi kita masih terus dalami,” imbuhnya.

Selain melakukan pemantauan di lapangan, mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan mengimbau warga tak segan melapor jika merasa menjadi korban pungli. ”Silakan melapor saja kalau memang ada dugaan mengarah ke pungli,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga penerima bansos mengeluhkan pemotongan bantuan. Seperti di Desa Pacapeluk, Kecamatan Megaluh saat pembagain BLT DD tahap pertama. Pemungutan bansos juga terjadi di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro. 

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia