alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Divonis 4 Tahun Penjara, Eks Anggota DPRD Jombang Terima Putusan Hakim

16 Juni 2020, 10: 37: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wulang Suhardi, eks anggota DPRD Jombang, ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Wulang Suhardi, eks anggota DPRD Jombang, ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. (DOK/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Meski sempat menyatakan pikir-pikir, Wulang Suhardi, eks anggota DPRD Jombang dan Supaim, dua terdakwa kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang akhirnya menerima putusan hakim. keduanya tak mengajukan banding.

”Kedua terdakwa akhirnya menerima putusan. Tidak mengajukan banding,” terang Kasipidus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Muhamad Salahuddin kemarin.

Solahuddin menambahkan, setelah menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim, keduanya diberikan kesempatan selama tujuh hari, apakah menerima putusan atau mengajukan banding. ”Ternyata kesempatan itu tidak diambil, kedua terdakwa sudah menerima putusan,” bebernya.

Senada dengan terdakwa, tim dari JPU juga akhirnya menerima putusan. ”Jadi sekarang sudah inkrah, sudah ada keputusan tetap,” tegasnya.

Disinggung terkait upaya pengembangan kasus lebih lanjut, Salahuddin mengaku akan lebih dulu berkoordinasi dengan penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. ”Untuk pengembangan? kita akan lebih dulu koordinasikan dengan Kejati nanti seperti apa, sebab penyidikannya dari Kejati, kami hanya memfasilitasi,” singkatnya.

Sebelumnya, sidang putusan kasus kredit fiktif yang menyeret Wulang Suhardi, mantan anggota DPRD Jombang dan Supaim digelar gelar di pengadilan Tipikor Surabaya (4/6).  Keduanya dijatuhi vonis hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Keduanya dinilai sama-sama aktif dalam melakukan upaya rekayasa 11 debitur fiktif. Sehingga keduanya dijatuhi hukuman sama. ”Jadi dari fakta persidangan, terdakwa Wulang bagian memerintah, sementara Supaim ini orang yang bekerja di lapangan menghimpun nasabah, menarik uang dari bank dan menyimpan di rekening istri Wulang,” lanjutnya.

Menyusul masih situasi pandemi korona, sidang digelar secara telekonferensi. Terhadap putusan hakim, kedua terdakwa menyatakan masih pikir-pikir.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia