alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Positif Covid-19 Tembus 148 Kasus, Jombang Peringkat Tujuh Jatim

14 Juni 2020, 14: 59: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (freepik.com)

Share this      

JOMBANG – Kabupaten Jombang mencatatkan penambahan pasien positif tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Hingga Sabtu kemarin (13/6), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jombang bertambah 22 orang. Sehingga jumlah kumulatif menjadi 148 dan tetap tujuh besar di Jawa Timur.

Dari data yang diperoleh dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, per Sabtu (13/6) jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jombang secara kumulatif mencapai 148 orang. Artinya ada tambahan 22 kasus dari hari sebelumnya yang bertambah 12 kasus.

Sementara di tabel yang lain, terlihat pula secara kumulatif ada 52 pasien dalam pengawasan (PDP), 677 orang dalam pemantauan (ODP) dan 648 orang tanpa gejala (OTG). Seluruhnya jumlah kumulatif yang ada di Jombang. Pantauan hingga pukul 19.20 WIB, belum ada penjelasan secara detil di laman covid19.jombangkab.go.id terkait sebaran dan kondisi tambahan pasien ini.

Dengan tambahan 22 pasien terkonfirmasi positif ini membuat posisi Kabupaten Jombang menempati urutan ke-7 dari 38 kabupaten di Jawa Timur. Jombang berada di bawah Kabupaten Pasuruan di urutan ke-6 dengan 154 kasus. Dan mengejar  Kabupaten Malang di posisi ke-8 dengan 128 pasien terkonfirmasi positif.

Dikonfirmasi terpisah, dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang membenarkan adanya tambahan pasien positif utuk hari Sabtu kemarin. “Untuk tambahan ada, tapi secara rinci kami belum mendapat datanya,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia hanya bisa merinci tiga diantara tambahan pasien positif tersebut. Hal ini lantaran tiga orang yang dimaksud sempat dirawat di RSUD Jombang. “Untuk sementara tiga tambahan yang dari RSUD, dua masih dirawat, satunya lagi sudah meninggal dunia sebagai PDP,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya (12/6) juga ada penambahan 12 kasus baru. Data yang dihimpun dari laman covid19.jombangkab.go.id menyebutkan, 12 kasus baru itu tersebar di 12 kecamatan. Meliputi Kecamatan Peterongan yang bertambah tiga orang, Kecamatan Sumobito satu orang dengan keterangan meninggal dunia, Kecamatan Jombang tambah dua orang.

Lalu disusul Kecamatan Jogoroto dua orang, Kecamatan Diwek satu orang, Kecamatan Kesamben satu orang, Kecamatan Tembelang satu orang dan Kecamatan Ngusikan satu orang dengan keterangan meninggal dunia.

Dari 12 kasus baru itu sebanyak lima diantaranya merupakan PDP yang dirawat di RSUD Jombang, naik status menjadi positif. Sisanya, sebanyak tujuh pasien berada di rumah sakit penyangga yaitu di RSK Mojowarno dan RSUD Ploso.

Putus Rantai Covid-19 Belum Berhasil

BERTAMBAHNYA kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jombang, menunjukkan upaya putus rantai virus belum berhasil. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang menilai masih butuh upaya keras melakukan pencegahan.

“Ini membuka mata semua pihak, hasil sudah bisa dilihat. Artinya semua pihak bisa melihat fakta dan realita di lapangan, masalah di sekitar kita masih sangat nyata dan besar. Jadi penularan belum berhasil diputus,” kata Ketua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain kemarin (13/6).

Dijelaskan, berdasarkan kondisi yang ada, banyak pasien positif baru yang bermunculan. Terlebih masih ada yang tidak terkait dengan pasien sebelumnya. “Maksudnya baru ini belum jelas betul kontaknya, artinya di sekitar kita masih ada ancaman penularan,” imbuhnya.

Menurutnya, Gugas PP belum berhasil memutus rantai penularan virus. Katakan pada orang-orang yang selama ini diketahui positif. Iskandar menilai, justru semakin mengkwatirkan ketika ada temuan baru.

“Dari sisi tren, sebaran belum mengkawatirkan, tetapi waspada. Akan menjadi berbahaya justru berasal dari klaster baru yang belum jelas sumbernya. Berbeda ketika bertambah dari sumber yang sudah diketahui, itu jauh lebih aman,” sambungnya.

Pihaknya juga mengkawatirkan kondisi tersebut. “Karena jangan-jangan masih ada sumber yang masih berkeliaran di sekitar kita,” terang dia. Kendati begitu tracing sangat diperlukan sebagai upaya memutus tali rantai persebaran Covid-19.

“Jadi temuan positif ini jelas karena sebagai hasil tracing yang intensif. Semakin banyak yang diperiksa, maka sangat logis akan semakin banyak yang ketemu,” pungkas Iskandar.

(jo/ang/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia