alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Anggaran untuk Covid-19, Proyek Penataan Jl KH Wahid Hasyim Dibatalkan

05 Juni 2020, 13: 07: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sempat masuk proses lelang, proyek penataan Jl KH Wahid Hasyim senilai Rp 21,6 miliar akhirnya dibatalkan.

Sempat masuk proses lelang, proyek penataan Jl KH Wahid Hasyim senilai Rp 21,6 miliar akhirnya dibatalkan. (DINAS PERKIM FOR JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Meski sempat masuk proses lelang, proyek penataan Jl KH Wahid Hasyim senilai Rp 21,6 miliar terpaksa dibatalkan. Pasalnya, anggarannya dibutuhkan pemkab guna penanggulangan wabah Covid-19.

Heru Widjajanto Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang membenarkan terkait pembatalan proyek meski sebelumnya sudah berjalan proses tender di ULP (Unit Layanan Pengadaan) barang dan jasa Jombang.

“Sudah dilaksanakan proses tender Pokja Konstruksi Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setdakab Jombang dengan pendampingan LKPP, Polres dan Kejari Jombang,” katanya Kamis, (4/6) kemarin.

Sesuai tahapan lanjut Heru, sudah berjalan pada pembuktian kualifikasi. Namun, menyusul adanya pandemic Covid-19 berdampak pada proses lelang. ”19 lelang dibatalkan Tim Pokja. Termasuk proyek Jl KH Wahid Hasyim. Jadi 3 April kami kirim surat ke ULP, kemudian 6 April lelang dibatalkan Tim Pokja,” imbuh dia.

Menurutnya, banyak pertimbangan sehingga proyek itu tahun ini harus dibatalkan. Diantaranya menindalanjuti rapat koordinasi dengan Bupati Jombang Mundjidah Wahab adanya bencana Covid-19. “Sesuai rapat di ruang Swagata 31 Maret pukul 08.20 sampai dengan selesai. Disebutkan ada 10 aturan yang menjadi dasar lelang proyek itu dibatalkan,” ungkapnya.

Diantaranya, UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Bencana hingga UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. “Serta memperhatikan berita acara hasil rapat koordinasi Dan Instruksi Bupati jombang Nomor 500/259/415.10.2.2/2020, 2 April 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Konstruksi,” sebut dia.

Tidak hanya itu, heru menambahkan, pertimbangan lainnya saat itu JlKH Wahid Hasyim juga menjadi titik physical distancing. ”Jadi sudah melalui proses pembahasan yang panjang,” singkatnya.

Sebelumnya, kondisi darurat Covid-19 untuk Kabupaten Jombang berdampak kepada kegiatan pembangunan fisik. Selain sejumlah proyek bersumber dana alokasi khusus (DAK) dihentikan, dua megaproyek APBD Jombang 2020 juga ikut terhenti.

“Ya, kalau yang DAK, semua kegiatan fisik dihentikan kecuali yang untuk kesehatan dan pendidikan. Kalau yang dari APBD, hanya dua yang berhenti yaitu box culvert di Jalan Adityawarman dan trotoar Jalan KH Wahid Hasyim,” terang Akhmad Jazuli, Sekdakab Jombang.

Jazuli menyebut, keputusan ini diambil setelah  seluruh tim anggaran kabupaten melakukan rapat. Dalam rapat itu, disepakati jika dua proyek yang memakan dana besar itu dihentikan karena beberapa pertimbangan. “Yang pertama tentu karena kondisi kita sedang darurat korona, selain itu jalur itu adalah beberapa jalur yang sering ditutup untuk physical distancing, jadi akan merepotkan jika tetap dilanjutkan,” ujar Jazuli.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia