alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Home Learning Diperpanjang, PAT Madrasah di Jombang Gunakan Video Call

05 Juni 2020, 12: 51: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Penilaian akhir tahun (PAT) siswa di semester genap ini sedang berjalan. Lantaran ujian dilakukan ditengah pandemi Covid-19, maka dilaksanakan secara daring.

Penilaian akhir tahun (PAT) siswa di semester genap ini sedang berjalan. Lantaran ujian dilakukan ditengah pandemi Covid-19, maka dilaksanakan secara daring. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Penilaian akhir tahun (PAT) siswa di semester genap ini sedang berjalan. Lantaran ujian dilakukan ditengah pandemi Covid-19, maka dilaksanakan secara daring. Teknis ujian diserahkan ke sekolah masing-masing, bisa melalui google form dan bisa juga dengan video call.

”Setiap hari pakai video call, rata-rata waktunya lima menit, diberi 10 soal yang dibacakan gurunya, jadi guru bertanya dan langsung dijawab anaknya,” ungkap Nining, salah satu wali murid MI Syafiiyah Sukosari Jogoroto kemarin.

Selama ujian berlangsung, siswa harus mengenakan headset, sehingga orang tua tak bisa mendengar soal yang diberikan guru. Orang tua juga harus memantau dari kejauhan. Sehingga siswa bisa konsentrasi menjawab. Jawaban juga murni dari siswa, tidak diajarkan orang tua.

Selama menjalani pembelajaran di rumah, Nining mengaku serba repot dalam mendampingi anak-anak belajar. Tugas yang banyak, juga menjelaskan kembali materi yang disampaikan guru melalui daring menurutnya tak begitu efektif.

“Tidak seperti anak belajar di sekolah, kita di rumah tinggal mengulang. Kalau ini harus betul-betul mendampingi, namanya anak kemauan belajar kalau sama orang tua kan tidak seperti dengan guru,” tegasnya.

Ujian daring dengan video call menurut Kepala MI Syafi’yah Amad Nuril Irfan, berdasarkan keputusan semua guru. Ujian dengan video call itu untuk semua mata pelajaran. Ini untuk antisipasi agar tidak ada campur tangan orang tua dalam proses pengerjaan soal.

“Ini hasil musyawarah internal madrasah, dilakukan semua pelajaran. Karena kalau soal tulis khawatir ada campur tangan orang tua,” ungkapnya.

Arif Hidayatullah, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Jombang menyebut jika semua PAT di madrasah sekarang menggunakan daring. Jadwal ujian serentak 2 Juni sampai 20 Juni mendatang. Siswa sama sekali tak perlu datang ke sekolah meski hanya untuk mengambil nomor ujian.

“Kita tidak ingin mengambil risiko Covid-19, sehingga semua dilakukan dengan online,” ungkapnya. Adapun bentuk soal yang diberikan dalam PAT disampaikannya tidak ada ketentuan dari Kemenag Jombang. Semua diserahkan ke madrasah yang mengetahui kondisi wilayah masing-masing. Namun, ia lebih menyarankan dengan menggunakan geogle form.

“Biasanya masalah pada jaringan, tapi kalau memang video call lancar tidak masalah. Namun jika ada yang kurang pas, atau memberatkan wali misalnya tidak ada jaringan, bisa disampaikan kepada kepala madrasah, kita buat semudah mungkin yang tidak memberatkan guru maupun siswa,” ujar dia.

Penerapan PAT yang sama juga terdapat di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Terjadwal mulai 2 Juni, setiap sekolah  menyelenggarakan ujian daring dengan batas akhir 20 Juni mendatang. “Ada yang tanggal 2 sampai tanggal 6, ada yang minggu berikutnya, semua kita serahkan pada kebijakan sekolah,” ungkap Jumadi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Untuk soal yang diberikan ke siswa juga dibuat oleh guru mata pelajaran atau guru kelas. Metode pengerjaan soal bisa melalui google form, video call, atau yang lain. Terserah masing-masing sekolah. Kecuali sekolah yang tidak memiliki fasilitas smartphone atau jaringan internet sulit, maka soal diantar kurir sampai ke rumah. “Kalau tidak punya HP, surat diantar kurir, kalau sudah selesai dikerjakan, giliran orang tua yang mengantar ke sekolah,” pungkasnya.

Nilai Bukan Tolok Ukur Keberhasilan Belajar

SEMENTARA itu Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang menyebut penilaian siswa setelah beberapa bulan belajar di rumah, tak lagi menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan belajar mengajar.  

“Dalam situasi seperti ini, nilai bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan pembelajaran, yang penting siswa dalam keadaan aman dan sehat di rumah. Itu yang paling diutamakan,” ungkapnya. Pembelajaran dalam jaringan dilakukan agar siswa tetap tinggal di rumah.

Agus mengakui banyak target yang tidak tercapai dengan model pembelajaran seperti sekarang ini. Namun hal itu dimaklumi ditengah situasi pandemi. “Kemendikbud sendiri tidak bisa memenuhi target karena pembelajaran melalui daring tidak maksimal,” ungkapnya lagi.

Sehingga nilai memang tidak diharuskan sesuai dengan standar mutu pembelajaran. Sepanjang pembelajaran online, penyampaian materi dianggap masih belum maksimal lantaran hanya melalui smartphone. Menurutnya, guru dan orang tua dalam hal ini harus bekerjasama saat  menyampaikan materi.

Metode yang digunakan juga beragam menyesuaikan kebijakan masing-masing sekolah. Ada yang melalui video, tulisan, soal, dan lain sebagainya. Guru dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan materi sehingga bisa dipahami siswa. “Untuk penilaian juga akan ditambahkan dengan nilai ulangan harian sebelumnya,” pungkas dia.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia