alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pesantren Bakal Aktif Kembali, Pemkab Jombang Diminta Lebih Antisipasi

05 Juni 2020, 12: 26: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – DPRD Jombang meminta Pemkab Jombang lebih memerhatikan penanganan Covid-19. Menyusul kegiatan belajar mengajar santri yang akan dimulai tahun pelajaran baru Juli nanti. Apalagi kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

”Jika kebijakan new normal yang diwacanakan pemerintah ini diterapkan di kehidupan masyarakat, pondok pesantren di Kabupaten Jombang akan terdampak,” ujar Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, kemarin. Disampaikan, Jombang sebagai kota santri punya ratusan pondok dan ratusan ribu santri yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia sehingga perlu ada perhatian khusus.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren karena akan terjadi berkumpulnya banyak santri yang berasal dari berbagai daerah. Pemkab Jombang dalam hal ini harus mengalokasikan dana APBD yang sudah disetujui dalam penanganan Covid-19 untuk pondok pesantren karena sarana dan prasaran pesantren sangat minim.

”Kita tidak ingin ketika pondok pesantren dibuka kembali, ada penularan Covid-19 di lingkungan pesantren,” imbuhnya. Sejauh ini dalam pengamatannya, beberapa fasilitas kesehatan untuk pencegahan Covid-19  di pondok pesantren, masih jauh dari memadai. Masih banyak pondok pesantren yang belum memiliki fasilitas kesehatan.

”Kondisi ini memprihatinkan sebab penyebaran Covid-19 nyata di depan mata, sementara kemampuan pondok pesantren sangat minim karena terbentur dana. Jika tidak segera diantisipasi, ancaman Covid-19 bagi keselamatan jiwa baik kiai, santri maupun pendidik di lingkungan pesantren akan terjadi,” terangnya.

Karena itu perhatian  Pemkab Jombang sangat dibutuhkan seiring dengan akan diterapkannya kebijakan new normal. ”Jika tidak, pondok pesantren dengan segala potensi besarnya akan menjadi masalah  baru bagi bangsa ini,” pungkas Mas’ud.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Jombang berencana akan mengaktifkan kembali kegiatan santri di pesantren Juli 2020 berbarengan dengan tahun pelajaran baru. Sejumlah skema protokol kesehatan mulai disiapkan menyambut kedatangan santri, mengingat pandemi Covid-19 belum mereda.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia