alexametrics
Kamis, 16 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Uruk Gudang Pakai Limbah, Warga Bakalan Sumobito Meradang

05 Juni 2020, 12: 07: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Warga Dusun/Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang memprotes dan memblokade jalan masuk ke sebuah gudang setengah jadi di lingkungan mereka.

Warga Dusun/Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang memprotes dan memblokade jalan masuk ke sebuah gudang setengah jadi di lingkungan mereka. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Puluhan warga Dusun/Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang memprotes dan memblokade jalan masuk ke sebuah gudang setengah jadi di lingkungan mereka. Protes ini berakhir setelah ada mediasi di Balai Desa Bakalan Kamis siang kemarin (4/6).

“Protesnya sejak malam kemarin, jadi tiba-tiba warga langsung bergerak menuju gudang meminta ditutup. Jalan masuk menuju gudang juga diblokade,” ucap Abdul Hamid, Kepala Desa Bakalan kemarin. Tanpa dikomando, puluhan warga langsung meluruk bangunan gudang baru dan merangsek masuk hingga menemukan tumpukan limbah yang digunakan sebagai urukan gudang.

Warga menuntut salah satu gudang baru yang dibangun itu dihentikan aktivitas ada penimbunan limbah. “Gudang ini sudah mulai dibagun hampir dua tahun, selama itu warga sabar, tapi setelah mulai timbul bau menyengat, warga mulai protes,” lanjutnya.

Menemukan limbah di dalam gudang, warga pun mengambil beberapa sampel sebagai bukti. Warga yang geram, kemudian  menutup paksa gerbang gudang dengan menggembok. Di depan gudang, juga dipasang tulisan “Stop Limbah B3”.

Mediasi digelar di Balai Desa Kamis siang (4/6) dengan mempertemukan warga dengan penanggung jawab gudang. Camat Sumobito, Danramil Sumobito hingga Kapolsek Sumobito dan perwakilan DLH Jombang juga hadir. Dalam pertemuan itu warga ngotot agar gudang yang sedang dibangun  harus ditutup. Warga juga meminta urukan yang sudah ditanam di dalam, segera dikeluarkan.

“Jadi keputusannya pihak penanggungjawab gudang dan warga sepakat menghentikan seluruh aktivitas di gudang. Ditutup sementara,” terang Mustaghfirin, Camat Sumobito usai mediasi kemarin.

Pihak penanggung jawab gudang juga dibebani untuk melakukan pengangkutan seluruh material yang diduga limbah B3. “Memang limbah dibuat uruk, diakui sama pemilik juga. Selama tiga bulan ke depan warga minta limbah itu dikeruk dan dipindahkan, dan diiyakan sama penanggung jawab,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Jainul, 40, penanggung jawab gudang tak membantah adanya protes warga. Ia mengakui telah menimbun limbah di dalam gudang. “Untuk timbunan ya memang ada limbah, ada lebihan dari pabrik cat kita taruh sini, mungkin memang bau. Karena warga tidak setuju ya kita akan ambil lagi nanti,” ucapnya.

Jainul juga menyebut, gudangnya sudah berdiri lebih dari setahun lalu. Namun pembangunannya belum tuntas penuh. “Rencana awal mau buat terminal transporter limbah B3, karena ditolak ya tidak jadi. Mungkin mau buat kandang ayam atau sapi mungkin,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia