alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun Ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (9); Slamet Subianto

Langganan Sejak 1973, Paling Dicari Biografi

05 Juni 2020, 11: 52: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Slamet Subianto, yang sudah menggemari membaca koran ini sejak 1973. Paling dicarinya adalah berita tentang biografi.

Slamet Subianto, yang sudah menggemari membaca koran ini sejak 1973. Paling dicarinya adalah berita tentang biografi. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Banyak cerita diutarakan para pembaca setia Jawa Pos Radar Jombang. Salah satunya Slamet Subianto, yang sudah menggemari membaca koran ini sejak 1973. Paling dicarinya adalah berita tentang biografi.

JOMBANG - Usianya sudah tak muda lagi. Pada 22 September nanti sudah menginjak 78 tahun. Namun, semangat Slamet Subianto warga Dusun/Desa Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang membaca Jawa Pos terus menyala.

Setiap hari, dia menyempatkan untuk membeli koran ini ke loper langganannya. “Terkadang dianter ke rumah,” katanya membuka pembicaraan Kamis, (4/6) kemarin. Dia sudah sejak 1973 setia membaca koran ini. Tiap pagi sebelum beraktivitas menyempatkan waktu membaca. Penglihatan Mbah Amik, biasanya dia disapa, masih begitu awas.

Tanpa dibantu kaca mata, Mbah Amik kemudian membaca satu berita terbitan kemarin. Dengan teliti dia membaca dengan keras. Setelah itu terhenti dan menceritakan pengalaman menjadi pembaca setia. “Sebetulnya waktu masih ikut bapak 1973 sudah baca Jawa Pos, tapi belum beli. Baru kemudian 1980 ikut mertua, beli sendiri eceran,” imbuhnya.

Lelaki pensiunan ASN Pemkab Jombang 1998 ini masih ingat betul harga koran saat itu masih Rp 2.000. “Sampai sekarang eceran Rp 6.000,” sebut dia. Banyak kesan yang diutarakan Mbah Amik tentang Jawa Pos. Beragam rubrik yang disajikan pun menjadi sasaran bacaannya. Namun, paling sering dia buru yakni berita tentang biografi.

“Entah itu siapa, saya ini paling senang kalau baca biografi. Kemarin Didi Kempot itu diulas Jawa Pos. Terkadang budaya dan olahraga,” lanjut dia bercerita.

Termasuk biografi tokoh di Jombang. Saking setianya dia ingat betul siapa saja yang sudah tayang di Radar Jombang. Disebutkan di antaranya Bupati Jombang ke-9 Ismail. “Itu pernah muat, saya rasa masih kurang seperti raihan yang dicapai Pak Ismail. Salah satunya Pramuka Transmigrasi waktu itu masuk program nasional 1972 diserahkan Presiden Soeharto,” ungkap pria yang pernah menjabat Kabid Data dan Laporan Bappeda Jombang ini.

Tak hanya itu, saking setianya membaca koran biografi, beberapa tokoh lainnya disebutkan. Karena itu dia sampai sekarang setia membaca Jawa Pos. Koran yang menyajikan segala hal berita. “Olahraga, ekonomi, internasional sampai daerah itu ada,” papar Mbah Amik.

Uniknya, meski sudah lama setia membaca Jawa Pos sampai sekarang dia tak memilih berlangganan. Setiap hari dia membeli koran ke loper langganannya. “Dari waktu masih Rp 2.000 sampai sekarang beli eceran. Soalnya kenapa? Kalau saya langganan kasihan pengecer. Tidak dapat bonus. Kalau beli ke pengecer, kan mereka dapat bonus,” pungkas Mbah Amik. (bersambung)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia