alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Jombang Tambah 10 Kasus Positif Covid-19 Baru, Ini Peta Sebarannya

05 Juni 2020, 07: 46: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah. Kamis kemarin (4/6), pasien terkonfirmasi bertambah 10 orang sehingga jumlah keseluruhan mencapai 77 orang.

“Meskipun tidak semua, rata-rata PDP yang naik status menjadi terkonfirmasi,” terang dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang, kepada koran ini kemarin.

Tambahan sepuluh terkonfirmasi itu disebutnya berasal dari tujuh kecamatan berbeda. Masing-masing 1 pasien dari Kecamatan Peterongan, 1 dari Kecamatan Jogoroto, 1 dari Kecamatan Tembelang dan satu dari Kecamatan Ploso. “Tiga kecamatan lainnya memiliki tambahan dua pasien, masing-masing Kecamatan Diwek, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Kesamben,” lontarnya.

Dua tambahan dari Kecamatan Diwek berasal dari Desa Pandanwangi. Pasien ke-68 adalah anak laki-laki berusia 10 tahun. Sementara pasien ke 69, seorang wanita berusia 61 tahun.  “Yang pasien anak inisial AS, sementara yang wanita inisial CR,” lanjutnya.

Dua tambahan dari Kecamatan Jombang, berasal dari Desa Jabon dan Desa Sambongdukuh. Keduanya juga wanita yang masing-masing berusia 41 dan 24 tahun. “Yang dari Desa Jabon inisial EM, sementara yang dari Sambongdukuh inisial DP,” imbuhnya.

Adapun pasien terkonfirmasi dari Kecamatan Kesamben adalah wanita berusia 31 tahun asal Desa Blimbing dan wanita berusia 55 tahun asal Desa Jombatan. “Inisial masing-masing M dan SJ,” rincinya.

Sementara dari Kecamatan Tembelang, tambahan pasien terkonfirmasi datang dari Desa Pesantren, inisial SU, wanita berusia 43 tahun. Sementara tambahan dari Kecamatan Peterongan, berinisial YR, 45 warga Desa/Kecamatan Peterongan. Kecamatan Ploso juga mencatatkan satu tambahan positif, seorang laki-laki berinisial Su, 43 asal Desa Jatibanjar.

Tambahan pasien terakhir dari Kecamatan Jogoroto adalah MI, 69, seorang pedagang di Pasar Peterongan. “Untuk MI ini sudah meninggal sebagai PDP, pemakamannya pun dilakukan dengan protokol Covid-19 beberapa hari lalu,” pungkas Pudji.

Harus Di-Rapid Test

TIM Gugas PP Covid-19 Jombang segera melakukan rapid test. Itu setelah uji swab pasien dalam pengawasan (PDP) NH, perangkat Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh yang meninggal dunia terkonfirmasi positif.

“Jadi itu masuk tracing, termasuk rapid test harus dilakukan. Tidak boleh tidak,” kata Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran, kemarin. Setelah uji swab pasien positif ke-63 keluar, maka ditindaklanjuti Dinkes Jombang untuk melakukan tracing.

Terlebih pasien yang sudah meninggal itu seorang perangkat desa yang banyak berkomunikasi dengan banyak orang. “Ýang jelas sudah ditracing teman-teman puskesmas,” sahut Agus Purnomo, Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Tidak hanya itu, rapid test juga bakal dilakukan dalam waktu dekat. “Kalau memungkinkan dilaksanakan rapid test, kita laksanakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh yakni NH meninggal dunia. Proses pemakaman dilakukan menggunakan protokol Covid-19, Jumat malam (29/5). Sekira pukul 23.20 jenazah tiba di lokasi pemakaman dengan menggunakan dua unit mobil ambulance. Tujuh petugas menggunakan APD lengkap. Peti jenazah dibungkus plastik.

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia