alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Jalani Rapid Test, Dua Warga Alang-Alang Caruban Jogoroto Reaktif

04 Juni 2020, 15: 55: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Rapid Test.

ILUSTRASI: Rapid Test. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Warga yang pernah kontak langsung dengan keluarga pasien positif ke-41 asal Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto dilakukan rapid test. Hasilnya ada dua orang dinyatakan reaktif.

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran menerangkan, rapid test sudah dilaksanakan. Berdasar laporan yang dia terima, ada dua warga yang hasil rapid-nya reaktif. “Jadi ada dua orang reaktif,” katanya Rabu kemarin (3/6).

Dijelaskan, rapid test dilaksanakan pihak Puskesmas Jarak Kulon. Meski tak disebutkan ada berapa orang yang di-rapid, tapi semua warga yang pernah berkontak langsung dengan keluarga pasien positif. “Alang-Alang Caruban satu wilayah dengan Puskesmas Jarak Kulon. Jadi yang melaksanakan dari sana, laporan muncul begitu,” imbuh dia.

Kendati begitu menurut Pudji, sementara dua orang tersebut diminta menjalani isolasi di Stikes Pemkab Jombang. “Jadi yang reaktif ini wajib hukumnya diisolasi sambil menunggu jadwal uji swab. Kalau tidak begitu, misalnya dia isolasi mandiri ternyata keluyuran sampai akhirnya hasil keluar. Bayangkan mulai ditetapkan reaktif sampai hasilnya keluar, sudah melintasi berapa banyak orang,” sambungnya.

Karena kehawatiran itu keduanya diminta untuk mengikuti isolasi ke Stikes Pemkab Jombang. “Khawatirnya menular ke banyak orang, karena itu perlu tindakan pencegahan. Jadi semua orang yang hasil rapid test reaktif maka wajib masuk ruang isolasi Stikes. Kalau tidak begitu khawatir bisa menjadi sumber penularan seperti di Desa Plosokerep,” terang dia.  

Terpisah, Nunik Hidayati Camat Jogoroto mengakui, setelah sekelurga pasien positif Covid-19 diisolasi ke rumah sakit, ada beberapa warga yang di-rapid test setelah berinteraksi dengan pasien tersebut. “Walaupun tidak satu rumah, tetapi kemarin ikut di-rapid,” katanya.

Meski tak disebutkan rinci ada berapa orang, namun menurutnya mereka yang di-rapid masih ada ikatan keluarga pasien positif. “Masih sanak famili. Saya kurang hafal ada berapa. Walapun rumahnya juga agak jauh, karena masih keluarga akhirnya secepatnya dilaksanakan,” pungkas Nunik.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia