alexametrics
Kamis, 16 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Sebelum Meninggal, PDP Asal Mancar Sakit Lambung Usai Ikut Pelantikan

04 Juni 2020, 11: 55: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pemakaman salah satu PDP yang meninggal dunia.

Proses pemakaman salah satu PDP yang meninggal dunia. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang yang meninggal usai mengikuti pelantikan kepala dan pengawas  SMA/SMKN di Surabaya (20/5) lalu, dalam diagnosa memiliki riwayat penyakit lambung.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, DS salah seorang ASN yang sehari-harinya berdinas di Kabupaten Mojokerto itu meninggal usai mengikuti pelantikan pengawas di Surabaya.

”Dari  informasi yang saya terima memang beliau sebelum pelantikan mengeluh sakit lambung, kemudian setelah pelantikan langsung dibawa ke rumah sakit karena lambungnya kambuh,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

DS, lanjutnya, kemudian dirawat di RS Gatoel Mojokerto dan dinyatakan sebagai PDP setelah hasil rapid test reaktif. ”Jadi memang laporannya begitu, memang aslinya dari Mancar Peterongan,’’ tambahnya.

Usai ada salah satu peserta yang meninggal dunia itulah meski hasil uji swab belum keluar, pihaknya langsung mengagendakan pengambilan rapid test untuk 23 kepala sekolah dan pengawas. ”Saya rincinya tidak hafal siapa saja mereka, namun yang jelas kemarin sudah mengikuti semua dan hasilnya non reaktif,’’ papar dia.

Diakuinya, agenda pelantikan kepala sekolah dan pengawas memang dilaksanakan saat pandemi Covid-19. Meski begitu, ia menganggap pelantikan tidak dilakukan secara asal-asalan. Sebab, dilakukan dengan memerhatikan protokol kesehatan dan dibagi dalam empat gelombang. ”Jombang kalau tidak salah masuk gelombang ketiga,’’ terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang membenarkan, jika penetapan DS sebagai PDP dilakukan RS Gatoel Mojokerto. Namun karena berdomisili di Jombang, maka status PDP tercatat di Jombang berikut pemakaman dilakukan di Desa Mancar.

”Namun sampai saat ini hasil swab belum keluar. Jadi kita tidak bisa memastikan dia positif apa tidak, namun yang jelas ditetapkan PDP karena dia sakit dan hasil rapid tesnya reaktif,’’ tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 23 kepala dan pengawas SMA/SMK se-Jombang mengikuti rapid test pagi kemarin (2/6). Rapid test itu dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang menyusul adanya PDP asal Mancar Peterongan usai mengikuti pelantikan kepala sekolah dan pengawas di Surabaya.

Salah seorang kasek yang mengikuti pelantikan Fatoni menjelaskan, pelantikan diikuti 8 kepala SMA/SMK dan 11 pengawas dari Jombang dan dijadwal berbeda dengan pasien yang sakit asal Kabupaten Mojokerto. Termasuk dengan pasien yang meninggal dunia di RS Gatoel Mojokerto namun  dimakamkan di Jombang.

“Untuk pegawai Mojokerto yang meninggal dunia dan dimakamkan di Jombang itu sehari-harinya berdinas di Mojokerto. Jadi kita tidak pernah komunikasi,” tegasnya. Begitu juga pelantikan pengawas juga dijadwal berbeda, sehingga tidak ada potensi bertemu dengan PDP yang mengikuti pelantikan pada gelombang terakhir.

Pernyataan senada juga dibenarkan salah seorang pengawas SMA Jombang, Ainurrohim yang juga mengikuti pelantikan di Surabaya. “Kebetulan jadwal pengawas Jombang gelombang ketiga pukul 13.00, selesai jam 14.00 langsung pulang. Jadi berbeda jauh dengan pengawas yang pelantikan gelombang keempat pukul 15.00,” pungkas pria yang juga dosen Unipra Surabaya ini.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia