alexametrics
Selasa, 07 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Kembali ke Jombang, Santri Disarankan Bawa Surat Keterangan Rapid Test

04 Juni 2020, 11: 29: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli

Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Beberapa skema disiapkan Pemkab Jombang untuk menyambut kedatangan santri dari luar daerah yang kembali mondok ke Jombang. Salah satunya adalah membuat imbauan santri yang kembali dengan membawa surat keterangan hasil rapid test.

Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli mengaku perihal kedatangan santri kembali ke Jombang dalam waktu dekat, masih dalam pembahasan. ”Dari kemarin lusa kita rapatkan, bahkan hari ini (kemarin, Red) masih dibahas lagi,” ujarnya.

Kebijakan Kegiatan Pesantren dari Kementerian Agama menurut dia masih dalam tahap pembahasan dan perumusan. Mengingat jumlah pondok di Jombang juga tidak sedikit dengan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu orang. ”Harapan nanti saat santri akan kembali ke pesantren bisa melakukan rapid test sendiri dan membawa bukti hasil rapid test,” tegasnya.

Langkah mandiri ini untuk membantu mempermudah lokalisir santri yang benar-benar sehat dan bersiap mengikuti pembelajaran di pesantren. Apabila Pemkab Jombang yang melakukan rapid test masal tentu akan membutuhkan biaya hingga puluhan miliar. Sementara kegiatan Gugas PP juga cukup menyita anggaran, baik bidang penanganan maupun pencegahan.

Pemkab Jombang, lanjutnya, juga tidak bisa melakukan karantina bagi santri yang akan kembali. Pasalnya, tidak ada tempat yang memadai untuk melakukan karantina dengan jumlah sangat banyak. ”Tidak ada tempat karantina. Apabila jumlahnya 100 mungkin masih bisa, ini santri kan puluhan ribu orang,” katanya.

Pihaknya juga akan segera menindaklanjuti kebijakan baru dari Kementerian Agama agar memerhatikan protokol kesahatan selama pembelajaran di lingkungan pondok. ”Kita juga masih berupaya anggaran refocusing penanganan Covid-19 untuk membantu pondok dan masjid,” pungkas Jazuli.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia