alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun Ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (8); Gus Zuem

Langganan Sejak 1994, Suka karena Independen

04 Juni 2020, 10: 06: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

SUMBER REFERENSI: KH Zaimuddin Wijaya As’ad membaca koran Jawa Pos di rumahnya kemarin.

SUMBER REFERENSI: KH Zaimuddin Wijaya As’ad membaca koran Jawa Pos di rumahnya kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Koran Jawa Pos menjadi teman setia KH Zaimuddin Wijaya As’ad Ketua Yayasan Unipdu Jombang selama 26 tahun ini. Gus Zuem, sapaannya, suka dengan Jawa Pos karena sifatnya independen. Satu-satunya koran yang tidak memihak politik atau pihak manapun.

Terhitung sejak 1994, Gus Zuem sudah berlangganan koran Jawa Pos selama 26 tahun. Sebelumnya orang tuanya, H Moh Asad Umar (pendiri Unipdu) juga berlangganan Jawa Pos. ”Namun setelah saya menikah akhirnya saya memutuskan langganan sendiri,” ujarnya ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin (3/6).

Pria kelahiran Jombang 15 April 1962 ini kepincut dengan Jawa Pos karena satu-satunya media yang independen. Dalam menyajikan informasi, Jawa Pos tidak memihak siapapun, baik kepentingan pemerintahan maupun politik. ”Ya karena Jawa Pos itu independen, tidak memihak partai politik tertentu, apalagi saya lulusan sospol jadi tahu yang memihak ke kesini itu siapa,” tambah alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM ini.

Menurut dia, kalau media sudah berpihak ke salah satu partai politik atau pihak lain maka tidak objektif dalam menyajikan berita. Sebab informasi buruk bisa diolah menjadi informasi baik. ”Akibatnya informasi yang disampaikan hanya lebih pada mengangkat nama partai itu sendiri, dan tidak objektif,” papar dia.

Apalagi rubrik Jawa Pos sendiri kini lebih bervariatif, dengan adanya adanya rubrik klarifikasi hoax menjadi jujugan referensi pembaca. Gus Zuem mengakui, seiring kemajuan zaman, ia seringkali mendapat informasi dengan sumber kurang jelas. Bahkan berita tersebut cenderung hoax. ”Untuk itu adanya rubrik tersebut sangat membantu, dan saya kalau tidak membaca Jawa Pos berarti informasi tersebut belum valid,” paparnya.

Dengan kehadian Jawa Pos Radar Jombang sebagai media lokal, dinilainya juga sangat penting. Sebab, berdasar kajian, karakter pembaca secara psikologis akan mencari berita yang paling dekat dengan mereka. ”Jadi kalau orang Jombang ya baca Jawa Pos Radar Jombang,” papar dia lagi.

Di ulang tahun Jawa Pos Radar Jombang yang ke-6 ini, dia berharap lebih menyajikan reportase tentang edukasi. Misalnya di pandemi Covid-19 ini media harus bisa memberikan edukasi ke masyarakat. ”Tujuannya untuk mencerdaskan masyarakat, misanya mengenai Covid-19 ini bagaimana seharusnya yang dilakukan masyarakat selama masa pandemi dan apa yang bisa dilakukan untuk tetap produktif,” pungkasnya. (bersambung)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia