alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Bisa Jauh dari Ibunya, Bayi 1,5 Bulan Asal Plosokerep Ikut Isolasi

03 Juni 2020, 10: 17: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Dari sepuluh warga Plosokerep yang kemarin dinyatakan positif Covid-19 dan diisolasi di Stikes Pemkab Jombang, ternyata ada bayi berusia 1,5 bulan. Bayi itu tak bisa ditinggal meski ibunya dinyatakan positif.

“Bayinya juga ikut ibunya, karena masih terlalu kecil untuk ditinggalkan,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang. Selanjutnya, bayi 1,5 bulan tersebut akan dijadwal untuk uji swab karena potensi penularannya sangat tinggi.

Ia terpaksa diajak bersama ibunya karena masih memerlukan ASI. “Kalau ASI pasien korona aman untuk bayi, karena virus korona tidak memengaruhi ASI, tempatnya kita desain sedemikian rupa untuk mengurangi potensi penularan,” tambah Pudji.

Ia menambahkan, rencana pemindahan 10 warga Plosokerep ke RSUD Ploso dibatalkan. Semua diputuskan untuk isolasi di Stikes Pemkab Jombang. Pertimbangannya untuk menjaga kestabilan imunitas pasien. Ke-10 orang ini tetangga sehingga jika interaksi antar pasien bagus, secara psikologi akan membantu menguatkan imunitas tubuh.

Selain itu, semuanya juga dinyatakan sehat secara klinis sehingga tidak memerlukan perawatan medis. Untuk menjaga ketercukupan ruang isolasi, baik rumah sakit rujukan maupun rumah sakit penyangga. “Jadi rumah sakit rujukan RSUD dan rumah sakit penyangga hanya untuk yang membutuhkan perawatan medis saja,” tambahnya.

Disampaikannya, dari 15 warga Plosokerep yang reaktif itu setelah diambil uji swab, hasilnya 10 orang. Tiga warga dinyatakan negatif dan dua lainnya hasil uji swab belum keluar. Hanya saja, ketiga orang yang dinyatakan negatif saat ini harus tetap menjalani isolasi untuk menjalani uji swab kedua.

“Harus tetap diisolasi, tapi kita letakkan di ruang berbeda dengan 10 orang yang positif. Sehingga kalau mereka betul-betul negatif, maka tidak akan tertular. Uji swab kedua akan kita jadwalkan segera,” pungkas Pudji.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia