alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

1.057 Jamaah Calon Haji Asal Jombang Gagal Berangkat Tahun Ini

03 Juni 2020, 09: 17: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

GAGAL BERANGKAT: Siti Arwah, 63, salah satu jamaah calon haji Jombang yang gagal berangkat tahun ini.

GAGAL BERANGKAT: Siti Arwah, 63, salah satu jamaah calon haji Jombang yang gagal berangkat tahun ini. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Setelah lama belum ada kepastian, akhirnya ibadah haji 2020 ditiadakan. Sebanyak 1.057 jamaah calon haji asal Jombang yang masuk daftar keberangkatan dan sudah melakukan pelunasan tahun ini, dipastikan batal berangkat.

Kepala Kemenag Jombang Taufiq Djalil membenarkan informasi tersebut sesuai keputusan Kementrian Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji 2020. Dalam keputusan itu menyebut jika seluruh jamaah calon haji warga Indonesia baik yang menggunakan kuota haji pemerintah dan visa haji mujamalah dibatalkan.

”Kami sudah menerima surat itu, untuk ibadah haji 2020 dibatalkan,’’ ujar dia. Sesuai data Kementrian Agama, jumlah jamaah Jombang ada 1.057 orang. Dari jumlah itu sebanyak 905 sudah melakukan pelunasan biaya penyelanggaraan ibadah haji (BPIH). ”Artinya yang seharusnya berangkat tahun ini ditunda tahun depan,’’ jelas dia.

Menindaklanjuti keputusan itu Taufiq meminta seluruh jamaah lebih bersabar dengan berpasrah diri. Keputusan tersebut diambil pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19. ”Nanti kita tunggu surat resmi dari Kanwil Kemenag Jatim untuk tindaklanjutnya,’’ tegasnya.

Siti Arwah, 63 salah satu jamaah dari Kelurahan Kepanjen Kecamatan/Kabupaten Jombang mengaku sudah iklas menerima keputusan pemerintah. Dia sendiri, mengaku pasrah dengan keputusan pembatalan itu. ”Ya tadi tahunya dikabarin anak saya, namun ya gimana lagi kondisinya seperti ini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Siti adalah salah satu jamah yang harusnya berangkat tahun ini. Ia sudah mengikuti berbagai macam pelatihan mulai manasik hingga tata cara melaksanakan ibadah haji yang diadakan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). ”Semua sudah siap. Bahkan saya rutin jalan pagi setiap hari untuk melatih fisik,’’ tambahnya.

Untuk menyiapkan segala sesuatunya, Siti juga sudah memesan ratusan bungkus souvernir untuk kenang-kenangan dirinya sepulang dari haji nanti. Mulai mukena, sajadah, kerudung hingga asesoris. ”Sudah saya pesankan semua untuk kerabat, keponakan dan kenalan setelah pulang,’’ papar dia. 

Siti sendiri mendaftar sejak 2011 lalu. Setelah masuk kuota tahun ini dia melakukan pelunasan BPIH sebanyak Rp 36 juta di bank penerima setoran (BPS).  ”Namun ya tidak bisa berangkat karena wabah Covid-19,’’ pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia