alexametrics
Kamis, 16 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

PKL Alun-Alun Jombang Boleh Berjualan Lagi, Namun Lokasi Dipindah

02 Juni 2020, 08: 24: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

DILEBARKAN: Jl Dr Soetomo depan SMAN 3 Jombang ini bakal ditempati PKL berjualan.

DILEBARKAN: Jl Dr Soetomo depan SMAN 3 Jombang ini bakal ditempati PKL berjualan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rencana pemkab merelokasi pedagang kali lima (PKL) di sekitaran Alun-Alun Jombang ke Jl Dr Soetomo terus dimatangkan. Hingga Minggu (31/5) kemarin, belum ada kepastian kapan PKL mulai menempati lokasi baru.

”Saat ini masih menunggu kesiapan listrik, air dan lain-lain. Semoga dalam dalam waktu dekat segera ada solusi,” ujar Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli kemarin.

Sesuai hasil pertemuan, untuk kebutuhan listrik dan air ditanggung masing-masing PKL, namun pihaknya tetap mengusahakan solusi. ”Nanti kita bantu solusi cari CSR,” pungkasnya singkat.

Terpisah, Joko Fattah Rochim koordinator paguyuban PKL Garuda Lima, meliputi PKL Jl KH Ahmad Dahlan, Jl Diponegoro, eks Stasiun, PKL Kebonrojo mengaku tidak keberatan menempati lokasi baru di Jl Dr Soetomo.

”Ya kemarin sudah kami rembugkan dengan teman-teman. Kami sepakat asalkan diizinkan untuk jualan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pihaknya juga menerima kebijakan pemkab terkait pembatasan jam jualan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. ”Kami sudah setuju jualan mulai jam 17.00 hingga 24.00 WIB, ini kan juga bagian dari physical distancing,” papar dia.

Sedangkan untuk pagi hari, PKL diberi solusi bisa berjualan di kawasan Jl Dr Setia Budi dan Jl Kusuma Bangsa kawasan Tenis Indoor. ”Solusinya kemarin kalau pagi boleh jualan di sana,” papar dia.

Dia menyebut, sebanyak 340 PKL yang tergabung anggota paguyuban, sudah tidak keberatan terkait biaya pengeluaran listrik dan juga PDAM. ”Untuk kebutuhan air PDAM dan listrik nanti teman-teman yang bayar sendiri. Mengenai nominalnya tergantung pemakaian meterannya nanti habisnya berapa, tinggal iuran,” papar dia.

Pihaknya berharap secepatnya bisa kembali berjualan. ”Untuk penempatan lapak jualan sudah diatur satu sama lain. Sudah kita beri jarak juga. Jadi sudah siap nanti kalau jualan,” papar dia.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia