alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Kampung Perajin Bambu Sumbermanik, Puluhan Tahun Masih Tetap Eksis

Kembangkan Produk dari Bahan Kayu

02 Juni 2020, 08: 17: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Perajin bambu di Jombang lumayan banyak. Satu di antaranya yang masih eksis di Dusun Sumbermanik, Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak.

Perajin bambu di Jombang lumayan banyak. Satu di antaranya yang masih eksis di Dusun Sumbermanik, Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Perajin bambu di Jombang lumayan banyak. Satu di antaranya yang masih eksis di Dusun Sumbermanik, Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak. Sejak puluhan tahun, banyak warga setempat menekuni kerajinan itu. Saat ini beberapa perajin bahkan mengembangkan sejumlah produknya dari bahan kayu.

Sejak puluhan tahun, banyak warga setempat menekuni kerajinan itu. Saat ini beberapa perajin bahkan mengembangkan sejumlah produknya dari bahan kayu.

Sejak puluhan tahun, banyak warga setempat menekuni kerajinan itu. Saat ini beberapa perajin bahkan mengembangkan sejumlah produknya dari bahan kayu. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Waktu sudah memasuki siang hari. Aktivitas warga di Dusun Sumbermanik, Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak nampak masih bersemangat. Sebagian mereka terlihat ada yang sibuk memotong bambu dengan gergaji, sebagian memegang palu serta sebagian lainnya sibuk menghaluskan potongan bambu.

Potongan-potongan bambu itu, diolah warga menjadi beragam produk. Diantaranya, ada yang berupa perabotan rumah tangga (kursi bambu, meja), lemari serta bentuk lainnya seperti kandang ayam dan beberapa hewan peliharaan lainnya.

Iswandi, 39, salah satu perajin bambu mengaku sudah puluhan tahun menjadi perajin bambu. Salah satu produk unggulannya yakni leyek (kursi bamboo panjang) dan kandang ayam. ”Usaha warisan dari keluarga, saya sudah generasi ketiga,” bebernya.

Keahliannya membuat produk kerajinan dari bahan bambu didapat secara otodidak. ”Bantu-bantu awalnya, lama-kelamaan bisa sendiri,” bebernya.

Menurutnya, untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas, salah satunya faktor bahan. ”Semakin bagus kualitas bambunya, semakin kuat, tidak mudah rusak,” bebernya.

Menurutnya, dengan adanya usaha kerajinan bambu didusunnya, maka banyak membantu warga mencari penghasilan sampingan. ”Jadi tidak sampai nganggur,” bebernya.

Saat ini, jumlah perajin bambu di wilayahnya kian berkembang. Bahkan beberapa sudah mengembangkan produk-produk kerajinan lainnya dari bahan kayu.

Untuk menjual produk, dia tak perlu bingung. Sebab, sebagian pelanggannya siap menampung. Selain itu, ada juga pengepul yang mengambil produk kerajinan Sumbermanik. ”Dipasarkan di Jombang sendiri, ada juga pelanggan dari Mojokerto,” singkatnya.

Untuk satu produknya, harganya cukup murah. Mulai dari Rp 30 ribu sampai yang paling mahal Rp 500 ribu. ”tergantung bahan dan ukurannya juga,” pungkasnya.

Mengandalkan Peralatan Serba Manual

Meski bisa menghasilkan banyak produk, umumnya perajin bambu di Dusun Sumbermanik mengandalkan peralatan serba manual. ”Tidak ada mesin di sini. Semuanya ya manual, pekerjanya sendiri kan biasanya satu keluarga, jadi bisa bagi tugas,” imbuh Iswandi.

Untuk bahan, rata-rata perajin memilih bamboo jenis ori. ”Karena bambu ori ini kan tebal, dan kuat juga, jadi memang rata-rata pakai bambu jenis ini untuk bahannya,” ucap Iswandi.

Untungnya, selama ini dia mengaku tidak kesulitan mencari pasokan bambu Ori. ”Kalau mendatangkannya dari mana saja boleh, asal jenisnya Ori. Untungnya di Jombang sendiri masih banyak jenis bambu ini, jadi tidak terlalu sulit mencari,” lanjutnya.

Proses pembuatannya juga masih manual. Mulai memotong bambu utuh sesuai ukuran, selanjutnya menghaluskan, seluruhnya dilakukan dengan pisau dan alat manual lainnya.

Dalam proses pembuatan ini, cuaca juga sangat berpengaruh. Karena sebelum dibentuk, bambu harus terlebih dahulu dijemur hingga benar-benar kering. Bambu yang masih basah berpengaruh pada kekuatan. ”Kalau masih basah biasanya mudah lapuk,” singkantya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia