alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Dua PDP Asal Kecamatan Jogoroto dan Peterongan Meninggal Dunia

01 Juni 2020, 14: 59: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pemakaman salah satu PDP yang meninggal dunia.

Proses pemakaman salah satu PDP yang meninggal dunia. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Dua PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Jombang meninggal dunia Sabtu (30/5) kemarin. Keduanya berinisial MI, 69, warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, dan DS, warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan.

Proses pemakaman dilaksanakan dengan protokol ketat. Sekira pukul 13.00 WIB, jenazah tiba di area pemakaman umum dusun setempat.

Petugas yang menguburkan jenazah mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Peti jenazah pun dibungkus rapat dengan menggunakan plastik.

dr Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang membenarkan adanya satu PDP asal Kecamatan Jogoroto meninggal dunia dan dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

”Sabtu (30/5) kemarin ada PDP yang meninggal pukul sepuluh pagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (31/5).

Dia menambahkan, pasien masuk ke RSUD Jombang Jumat (29/5) lalu. Pasien mengalami gejala seperti gejala Covid-19. ”Gejalanya mengarah ke Covid-19 pada saat masuk RSUD,” terangnya.

Meski sudah mendapat penanganan medis, kondisi pasien terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir Sabtu (30/5) siang.

Petugas sebelumnya juga melakukan rapid test hasinya reaktif. ”Kami juga sudah menyampaikan ke keluarga, pasien dinyatakan reaktif pada hasil rapid test,” bebernya.

Tak berbeda proses pemakaman jenazah DS juga menggunakan protokol Covid-19. PDP yang berstatus ASN di salah satu lembaga pendidikan di Mojokerto diduga terpapar virus korona sepulang kegiatan di Surabaya.

”Dari keterangan keluarganya seperti itu, jadi yang bersangkutan ini habis pulang dari Surabaya kemudian mengeluhkan sakit,” ucap Camat Peterongan Shollahudin.

Dia pun sempat menjalani perawatan di RS Gatoel Mojokerto. Selama empat hari menjalani perawatan, kondisi DS tak kunjung membaik dan meninggal di rumah sakit.

”Meninggalnya di RS Gatoel. Dibawa menggunakan ambulans dari RS Gatoel juga, sampai Peterongan sekira pukul 21.30 WIB,” tambah Shollahudin.

Sebelum meninggal, DS juga sempat menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. ”Sejak itu kemudian statusnya menjadi PDP. Kanya karena dia warga Desa Mancar, tercatatnya PDP di Jombang,” lanjutnya.

Prosesi pemakaman DS dilakukan dengan protokol Covid-19. Enam petugas dari RS Gatoel yang menguburkan jenazah mengenakan APD lengkap. Jenazah dimakamkan pemakaman umum desa setempat. ”Pemakaman selesai sekira pukul 11 malam. Tidak ada penolakan dari warga,” pungkasnya.

(jo/yan/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia