alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Mundjidah Pantau Kampung Tangguh di Sengon dan Kepatihan

Ajak Warga Kompak Putus Mata Rantai Covid-19

31 Mei 2020, 08: 07: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

PANTAU KESIAPAN: Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab  dan Kombes Haris Kabid Labfor Polda Jatim meninjau Kampung Tangguh di Desa Kepatihan.

PANTAU KESIAPAN: Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Kombes Haris Kabid Labfor Polda Jatim meninjau Kampung Tangguh di Desa Kepatihan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memantau program Kampung Tangguh yang diinisiasi Polda Jawa Timur kemarin (27/5). Masing-masing Desa Sengon dan Kepatihan, Kecamatan Jombang menjadi desa percontohan untuk pendirian posko Kampung Tangguh.

Jajaran polda yang dipimpin Kombes Pol Haris Aksara Kabid Labfor Polda Jatim tiba di posko Desa Sengon sekitar pukul 11.00 WIB. Ikut dalam rombongan, Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi, Dandim 0814 Jombang Letkol Inf Triyono, Sik Danyon C Brimob Madiun Kompol Agus Waluyo, dan forkopimda. Mereka sebelumnya memantau kegiatan rapid test yang digelar di balai desa.

Dalam sambutannya, Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan, Kampung Tangguh merupakan salah satu program berbasis Problem Oriented Policing (P.O.P) dengan semangat gotong royong antara masyarakat bersama Polri, Pemkab dan TNI yang diasistensi Polda Jatim.

PANTAU KESIAPAN: Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab  dan Kombes Haris Kabid Labfor Polda Jatim meninjau Kampung Tangguh di Desa Kepatihan.

PANTAU KESIAPAN: Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Kombes Haris Kabid Labfor Polda Jatim meninjau Kampung Tangguh di Desa Kepatihan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

”Desa tangguh ini diharapkan melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari kades, bhabinkamtibmas, babinsa untuk bergotong royong menjaga desa guna untuk memutus rantai persebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang,” ujar dia.

Dengan adanya posko Kampung Tangguh, masyarakat diminta kembali menggerakkan siskamling untuk menjaga tamu atau pemudik yang masuk desa. ”Sehingga lebih terpantau siapa saja yang masuk desa,” tambahnya.

Bupati Mundjidah menegaskan, seluruh desa di Jombang sudah siap mendirikan posko Kampung Tangguh. ”Seluruh desa di Jombang sudah siap. Kemarin sudah kami kirim surat instruksi ke masing- masing desa,” papar dia.

Sementara itu, Kombes Haris mengatakan, dipilihnya dua desa untuk pendirian posko Kampung Tangguh karena menurut daftar, sudah ada warga terkonfirmasi positif. ”Ini adalah salah satu upaya operasi kemanusiaan untuk mencegah Covid-19 yang makin berkembang,” ujar dia.

Haris menambahkan, dibentuknya Kampung Tangguh juga salah satu upaya memutus persebaran Covid-19 di Jatim khususnya Jombang. Dari hasil pemantauan di lokasi, kedua desa dirasa siap untuk saling bergotong royong, bersinergi saat ada warganya terdampak. ”Untuk mencegah penyebaran Covid-19 masyarkaat juga harus disiplin dan tertib,” tambahnya.

Langkah ini, lanjut Haris juga sebagai persiapan awal menuju era new normal (normal baru). ”Dengan adanya era new normal kita harus siap mempersiapkan hal itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, sejak beberapa waktu lalu, Kabupaten Jombang sudah siap dengan penerapan Kampung Tangguh. Salah satu diantaranya membatasi akses warga luar masuk ke desa dengan sistem satu pintu.

”Hal ini merupakan strategi untuk bersinergi antara aparat keamanan, tiga pilar dan masyarakat yang berlatar belakang kemandirian, gotong royong menuju era new normal,” papar dia. 

Sementara ini, masih baru dua desa yang didirikan posko Kampung Tangguh. Sedangkan lainnya menyusul kesiapan masing-masing desa. ”Karena berdasarkan data, dua desa ini masuk kategori zona merah,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia