alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tunggu Hasil Swab, Belasan Warga Plosokerep Dipindah Secara Bertahap

31 Mei 2020, 07: 52: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rumah isolasi baru di kampus A Stikes Pemkab Jombang mulai ditempati Jumat (29/5) lalu.

Rumah isolasi baru di kampus A Stikes Pemkab Jombang mulai ditempati Jumat (29/5) lalu. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rumah isolasi baru di kampus A Stikes Pemkab Jombang mulai ditempati Jumat (29/5) lalu. Secara bertahap, 15 warga Plosokerep dan satu warga Mojoagung yang diketahu hasil rapid test reaktif dipindahkan. Mereka menunggu uji swab keluar.

“Sebetulnya Kamis sudah siap, tapi hujan lebat dan kita masih melakukan penataan tenaga kesehatan yang akan jadi relawan, jadi dipindah sore ini,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Ia menjelaskan, rumah isolasi itu bakal ditempati pasien positif Covid-19 dan warga hasil rapid test reaktif yang menunggu uji swab. Hanya saja, penempatan ruang berbeda. Sehingga warga yang diuji swab negatif tidak sampai tertular pasien positif.

“Jelas kita pisah, nanti akan beda blok, kita pisah dengan sekat gedek guling, agar yang positif dan yang menunggu swab tidak saling berkomunikasi,” tambahnya.

Bagi warga yang menunggu hasil uji swab keluar, lanjutnya, maka isolasi diprioritaskan untuk laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki tanggungan bayi. Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan sehat secara klinis, akan dipindah secara bertahap.

“Tidak sekaligus, bertahap, tapi kita isolasi semua. Dilihat dulu hasil laboratnya, jika secara klinis dinyatakan sehat, maka akan kita geser ke rumah isolasi,” bebernya.

Disinggung terkait tenaga kesehatan yang disiagakan, ia menyebut ada 13 orang. Semua tenaga kesehatan itu akan dibagi menjadi empat kelompok, shift pagi, siang, malam dan libur. Termasuk ada dokter spesialis. “Dokter spesialis dari RSUD Jombang ada tiga, tapi mereka tidak standby, hanya datang berkala, sehingga tenaga yang di RSUD juga tercukupi,” jelas Pudji.

Dijelaskan, perekrutan tenaga kesehatan diserahkan sepenuhnya kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jombang. Nama-nama relawan yang terkumpul itu akan segera diajukan ke Gugas PP Covid-19 Jombang, untuk dibuatkan SK. Setelah mengantongi SK itu mereka akan menerima honor dan insentif. “Karena domain perawatan ada di PPNI, jadi bukan RSUD yang merekrut,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia