alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun Ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (3); Nanik Masriyah

Hobi Kliping Sejak 1998, Penggemar Dahlan Isk

30 Mei 2020, 14: 26: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

HOBI KLIPING: Nanik Masriyah guru SMPN 1 Kudu Jombang ini sudah menjadi pelanggan setia Jawa Pos sejak 1998.

HOBI KLIPING: Nanik Masriyah guru SMPN 1 Kudu Jombang ini sudah menjadi pelanggan setia Jawa Pos sejak 1998. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bagi Nanik Masriyah, Jawa Pos bukan hanya sekedar koran. Namun media pembangun bangsa. Melalui berita yang disajikan, Jawa Pos selalu memberi inspirasi kepada khalayak umum. Ia pun menjadi pelanggan setia sejak 1998.

Salah satu kliping koran milik Nanik Masriyah yang berisi berita tentang bencana tsunami Aceh, 2004 silam.

Salah satu kliping koran milik Nanik Masriyah yang berisi berita tentang bencana tsunami Aceh, 2004 silam. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Beberapa foto bencana tsunami yang menerjang Aceh Desember 2004 silam masih tampak jelas dalam sebuah klipingan koran milik Nanik Masriyah. Total klipingan bencana tsunami itu ada 174 halaman dengan lebar sekitar 40x 20 centimeter.

Ya, guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Kudu ini adalah pelanggan setia Jawa Pos sejak 1998. Ia beberapa kali mengabadikan berita dan foto yang disajikan Jawa Pos dalam sebuah bentuk kliping.

Perempuan asli Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan ini memang sudah menekuni hobi kliping koran saat menjadi guru tidak tetap (GTT) di SMP Karya Ngares, Gedek sejak 1993 silam. Kemudian mulai berlangganan koran Jawa Pos saat masuk SMPN 1 Kudu 1995. ”Saya mulai mengkliping sejak 1998,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (29/5).

Diantara sekian banyak koran yang dikliping adalah tulisan Dahlan Iskan. Dia mengaku, penggemar berat Dahlan Iskan sejak masih kecil. Sebab, tulisan Dahlan mulai yang ditayangkan di koran hingga dalam sebuah bentuk buku ia koleksi. ”Saya selalu mengkliping tulisan pak Dahlan Iskan mulai ekonomi, politik semuanya saya kliping,” jelas dia.

Menurutnya, tulisan Dahlan Iskan enak dibaca. Tidak monoton dan memiliki makna mendalam. ”Tulisannya itu ngepop tapi bermakna. Saya sejak dulu ngefans sama pak Dahlan Iskan, sebelum bermunculan penulis muda seperti Andrea Hirata dan Sherina Salsabila,” paparnya.

Koleksi perempuan kelahiran Jombang 15 Mei 1965 ini cukup banyak. Selain bencana tsunami dan tulisan Dahlan Iskan, ada juga kliping tentang bencana meletusnya gunung kelud Kediri. Dia mengkliping koran itu tidak hanya kepentingan pribadi. Melainkan untuk sarana edukasi di bidang literasi di taman baca miliknya. ”Hasil kliping itu kami bahas dengan anak-anak di perpustakaan,” jelasnya.

Namun sayang, beberapa klipingan koran tulisan Dahlan Iskan dan bencana gunung kelud Kediri meletus itu rusak setelah rumah bacanya yang berada Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang diporak porandakan bencana puting beliung 2015 silam.

Sebuah pohon mangga berukuran besar ambruk ke atap taman baca miliknya. Hal itu membuat Nanik lemas dan hampir putus asa. ”Pohon tersebut ambruk tepat di atap taman baca, sehingga atap taman menjadi terbuka dan air hujan membanjiri seluruh ruangan,” jelas dia.

Kendati demikian, Nanik terus berusaha bangkit mendirikan rumah bacanya kembali. Perlahan tapi pasti, kini rumah baca yang diberi nama Taman Baca Masriyatul Ilmi itu mulai bangkit. ”Mohon doanya agar bisa berjalan lagi,” tandasnya.

Di hari ulang tahun Jawa Pos Radar Jombang ke 6 ini Nanik berharap Jawa Pos Radar Jombang semakin maju dan sukses. ”Semoga selalu terdepan dalam menyajikan berita berita yang aktual, cepat dan terpercaya serta menjadi referensi informasi yang inspirasitif,” pungkasnya. (bersambung)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia