alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Plafon SDN Plemahan 1 Sumobito Ambrol, Penegak Hukum Didorong Turun

29 Mei 2020, 15: 35: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi plafon teras SDN Plemahan 1 Sumobito yang mengalami ambrol.

Kondisi plafon teras SDN Plemahan 1 Sumobito yang mengalami ambrol. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Ambrolnya plafon teras SDN Plemahan 1 Sumobito tak luput dari perhatian dewan. Para wakil rakyat itu mendorong aparat penegak hukum (APH) mendalami penyebab kerusakan gedung sekolah.

”Agar aparat penegak hukum turun meninjau lokasi, mendalami penyebab kerusakan gedung sekolah yang informasinya baru selesai direhab,” tegas M. Syarif Hidayatullah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang.

Melihat kualitas bangunan, dia pun mensinyalir pembangunannya tidak sesuai rancangan anggaran belanja (RAB). ”Bisa jadi bangunan itu pekerjaannya tidak maksimal, harus cek RAB juga, sesuai atau tidak,  dan siapa yang mengerjakan,” imbuhnya.

Menurut politisi partai Demokrat, kejadian ambrolnya plafon teras kelas SDN Plemahan 1 Sumobito tidak boleh dipandang sepele. Sebab, bisa membayakan warga sekolah. ”Untung saja pas ambrol itu waktunya liburan, kalau ada murid kan bahaya,” terangnya.

Karenanya, jika memang ditemukan indikasi terjadinya pelanggaran di balik ambrolnya plafon, harus dilakukan tindakan tegas. ”Untuk memberi efek jera bagi pelaku, biar tidak main-main mengerjakan proyek, apalagi ini sarana pendidikan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plafon teras kelas SDN Plemahan 1 Sumobito jebol, Rabu pagi kemarin (27/5). Beruntung, saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar di lokasi. ”Ambruknya saya sendiri tidak tahu, yang jelas pagi tadi saya lihat sudah ambrol,” terang Muslimin, 45, warga setempat.

Warga pun merasa janggal dengan ambrolnya plafon, sebab pengerjaannya terhitung masih baru. ”Itu baru beberapa bulan selesai direhab, belum satu tahun, malah waktu itu warga nglamar kerja di situ tapi tidak boleh, katanya harus dikerjakan ahli,” bebernya.

Ia menduga rontoknya plafon teras lantaran kualitas jelek. ”Mungkin kualitas gipsum jelek,” tegas Muslimin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jombang Agus Purnomo membenarkan ambrolnya plafon teras SDN Plemahan 1 Sumobito. ”Tadi (Kemarin, Red) sudah kirim staf mengecek kondisi bangunan. Plafon rusak luas 2x5 meter, lokasinya di teras kelas,” lanjutnya.

Dari analisa sementara, kerusakan itu dimungkinkan karena  kondisi alam. ”Karena lembap, kebetulan sekolah itu berada dekat dengan rumpun bambu. Sehingga bahan plafon dari gipsum jadi rontok,” terang Agus.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia