alexametrics
Kamis, 16 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Gedung Stikes Pemkab Jombang jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

29 Mei 2020, 15: 06: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Gedung Stikes Pemkab Jombang dijadikan rumah isolasi pasien Covid-19.

Gedung Stikes Pemkab Jombang dijadikan rumah isolasi pasien Covid-19. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rencana menggunakan Stikes Pemkab Jombang sebagai rumah isolasi pasien Covid-19 matang. Kemarin (28/5), persiapan mulai dilakukan dengan mengatur ruang penginapan hingga membuat akses darurat masuk ke tempat isolasi.

“Ya di Stikes Pemkab sudah siap pakai, sudah mendapat ijin dari bupati untuk memanfaatkan ruang kuliah yang tidak ditempati,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Setelah keputusan menjadikan Stikes Pemkab Jombang sebagai rumah isolasi selesai, petugas dari RSUD langsung menuju lokasi. Memindahkan barang-barang yang ada dalam ruangan. Juga menata tempat tidur yang diusung dari RSUD Jombang. Sudah ada empat ruang yang disiapkan. Setiap ruang bisa diisi 10-15 tempat tidur.

Gedung yang digunakan adalah gedung paling utara (belakang). Di tembok sisi belakang juga dijebol, kurang lebih tiga meter untuk akses keluar masuk kendaraan. Sehingga tidak dijadikan satu dengan akses utama. Tembusan dari tembok itu lapangan SMAN 3 Jombang.

Sedangan di sisi barat yang menghubungkan gedung isolasi dengan gedung yang lain, diberi sekat gedeg guling. “Kita beri gedeg guling yang kemarin sempat terpasang di Apartemen Mahasiswa Unipdu, kita pasang disini untuk pengamanan,” tambahnya.

Pudji menjelaskan, jika rumah isolasi di Stikes Pemkab Jombang merupakan kepanjangan dari ruang isolasi RSUD Jombang. Sehingga teknis yang ada di sana, sepenuhnya dijalani RSUD Jombang. Mulai dari fasilitas hingga makan minum. “Jadi pengampunya RSUD Jombang,” jelasnya.

Sementara, untuk tenaga kesehatan yang akan ditugaskan, Pudji sudah berkomunikasi dengan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jombang untuk merekrut relawan yang akan ditugaskan di rumah isolasi. “Kita rekrut relawan untuk pelayanan Covid-19 yang kondisinya secara klinis sehat,” tambahnya.

Sementara, desain tempat untuk jadi rumah isolasi dilakukan secara cepat. Bahkan kemarin sore sudah mulai bisa ditempati.  Menurut Pudji, Stikes Pemkab Jombang lebih strategis, jauh dari pemukiman dan lebih luas. Rumah isolasi itu tidak hanya digunakan untuk pasien positif Covid-19. OTG yang melakukan uji swab namun hasilnya belum keluar juga wajib diisolasi.

Ini salah satu revisi bidang penanganan, setelah potensi penularan yang terlihat semakin tinggi jika dibiarkan isolasi mandiri di rumah. Pudji menjelaskan selama ini, setelah mengikuti uji swab, semua OTG yang diperiksa pulang ke rumah dan diminta isolasi mandiri. Hanya saja, karena kondisi sehat, isolasi mandiri ketat menjadi meragukan.

Sehingga gugus tugas akan mengisolasi semua OTG hingga hasil uji swab keluar. Isolasi itu ditempatkan di Stikes Pemkab Jombang. “Ketika menunggu hasil uji swab keluar, dia sudah kontak dengan berapa orang, sehingga berpotensi penularan,” tambahnya.

Pudji lantas menyebut 15 warga Desa Plosokerep yang hasil rapid test-nya reaktif dan harus menjalani uji swab. Semua menempati rumah isolasi. “Karena sumber penularannya tidak kelihatan sehingga digeser di rumah isolasi,” jelasnya.

Rumah isolasi itu direncanakan bisa menampung kurang lebih 30 orang. Namun akan ditambah jika diperlukan. Sedangkan di rumah sakit sendiri, kapasitas untuk pasien yang terkonfirmasi positif hanya tersisa tiga, dua untuk perempuan dan satu laki-laki. Ditambahkan lagi tujuh ruang yang masing-masing berkapasitas satu orang sebagai cadangan.

“Karena yang masuk tambah terus, sedangkan konfirmasi kesembuhan harus dua kali swab, dan hasil swab keluar lama, maka rumah isolasi  sangat dibutuhkan,” tegas dia.

Terpisah, Ririn Probowati Ketua Stikes Pemkab Jombang menjelaskan penetapan Stikes Pemkab Jombang sebagai rumah isolasi tidak akan mengganggu kegiatan perkuliahan. Semua mahasiswa, dosen dan karyawan sebagian besar sudah dialihkan untuk menempati kampus B di Desa Pandanwangi.

Ia menyebut, gedung baru itu sudah selesai dibangun sejak dua tahun lalu dengan desain lebih representatif. Meski saat ini perkuliahan masih libur, tapi setelah masuk kembali Agustus nanti, kegiatan perkuliahan berada di kampus B. “Gedung kampus B sudah selesai seluas lima hektar,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia