alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Ditolak Warga, Gedung BLK Jombang Batal Dipakai Karantina Pasien

29 Mei 2020, 07: 39: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

GAGAL DITEMPATI: Gedung di BLK Jombang gagal ditempati karena ada gejolak dari warga.

GAGAL DITEMPATI: Gedung di BLK Jombang gagal ditempati karena ada gejolak dari warga. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang meminjam kantor Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Candiumulyo, Kecamatan Jombang untuk tempat isolasi pasien Covid-19 batal. Menyusul adanya aksi penolakan warga setempat.

Koordinator Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, keputusan itu diambil setelah dilakukan rapat dengan tim Gugas PP. ”Pada intinya kita tidak ingin ada gejolak dengan masyarakat, sehingga kita cari solusi lain,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (27/5).

Dikatakan Pudji, sebenarnya rencana memanfaatan gedung BLK untuk lokasi karantina sudah mendapat persetujuan dari Pemprov Jatim. ”Gubernur sudah setuju. Surat sudah turun, tapi kan ada hambatan dari masyarakat sehingga kita rembug lagi,” terangnya.

Sebagai alternatif, pihaknya berencana mengusulkan gedung STIKES Pemkab di Jl Dokter Sutomo untuk digunakan tempat isolasi. ”Benar, gedung yang posisinya di sebelah utara kan sudah tidak ditempati,” tambahnya.

Selain itu, lokasinya dinilai representatif, sebab jaraknya cukup jauh dengan pemukiman serta memiliki areal tanah yang lapang, sehingga sirkulasi udara juga bagus. ”Wacana ini akan kami sampaikan ke Pak Sekda, kalau nanti disetujui akan kami lakukan penataan,” tandasnya.

Misal, untuk kebutuhan logistik dan peralatan tempat isolasi bisa diambilkan dari RSUD. ”Fasilitas bed atau tempat tidur dan beberapa kebutuhan lainnya,” bebernya.

Tak hanya itu, Gugas PP juga sudah melakukan koordinasi dengan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk tim medis yang bertugas. ”Kalau usulan kita disetujui, nanti akan kita bentuk relawan dari nakes PPNI dan PDUI,” jelas dia.

Nantinya relawan akan diberi honor. Anggaran pemberian honor akan diambilkan dari belanja tidak terduga yang bersumber dari APBD Jombang. ”Mengenai besaran dan lain-lain nanti kita bicarakan setelah usulan kita disetujui,” tandas.

Meski tren kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jombang terus meningkat, Pudji menyebut, kebutuhan ruang karantina pasien hingga kini masih mencukupi. Terlebih  ada satu lagi rumah sakit swasta yang mengusulkan jadi rumah sakit penyangga. ”Benar, RSI Jombang mengajukan ke kita, mereka minta dilakukan visitasi sehingga kita upayakan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

(jo/ang/naz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia