alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

SPj Proyek Perpusdes Sudah di Kejari Jombang, Penyelidikan Jalan Terus

29 Mei 2020, 07: 37: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Perpustakaan desa.

ILUSTRASI: Perpustakaan desa. (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Upaya penyidik Kejaksaan Negeri (kejari) Jombang mendalami penggunaan dana desa (DD) termasuk program perpustakaan desa terus berlanjut. Korps Adhyaksa bahkan telah mengumpulkan dokumen SPj (surat pertanggungjawaban) penggunaan dana desa.

”Untuk permintaan SPj desa-desa di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo sudah kita serahkan semua ke kejaksaan,” singkat Camat Bandarkedungmulyo Mahmudi kepada Jawa Pos Radar Jombang (27/5).

Mantan Camat Perak menambahkan, selain dimintai keterangan terkait program perpusdes, saat mendatangi panggilan penyidik Selasa (5/5), dia juga diminta menyerahkan seluruh dokumen SPj dana desa tahun anggaran 2019. ”Waktu itu saya minta waktu ke pak jaksa seminggu untuk melengkapi berkas-berkas yang diminta,” imbuhnya.

Setelah berkas lengkap, dia pun segera menyerahkan seluruh dokumen SPj desa-desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo. ”11 desa sudah saya serahkan semua, ingat saya sebelum lebaran,” tegasnya.

Setelah menyerahkan berkas, hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut dari kejaksaan. ”Belum ada, setelah berkas saya serahkan belum ada surat lagi dari kejaksaan,” singkatnya.

Hal senada disampaikan Camat Kabuh Anjik Eko Saputro, usai memberikan keterangan kepada penyidik kejaksaan, dia pun diminta menyerahkan dokumen SPj dana desa. dari total 16 desa di Kecamatan Kabuh, sebagian besar sudah diserahkan semua ke penyidik. ”Sudah 14 (SPj, Red) desa yang kita serahkan, kurang dua desa yang belum,” singkat Anjik.

Sebelumnya, upaya penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang memanggil sejumlah camat terkait program perpustakaan desa dibenarkan Kajari Jombang Yulius Sigit Kristanto. Ditegaskan, langkah tim masih terus melakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan).

”Memang beberapa kita mintai keterangan terkait pengelolaan dana desa, diantaranya perpustakaan. Namun karena sifatnya masih pulbaket, sementara belum bisa kita ekpose,” beber  Kristanto.

Ditegaskan Kristanto, meski dalam situasi pandemi korona seperti sekarang, pihaknya tetap bekerja sesuai tupoksi. ”Prinsipnya kita menjalankan tugas sesuai tupoksi kita di kejaksaan,” tegasnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia