alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Ada Kasus Positif, 10 Warga Kepatihan Rapid Test, Termasuk Balita

29 Mei 2020, 07: 30: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Rapid Test

ILUSTRASI: Rapid Test (Dok Jawa Pos)

Share this      

JOMBANG – Dua keluarga di Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang menjalani rapid test kemarin (27/5). Rapid test ini dilakukan setelah salah satu anggota keluarga RA, 18 terkonfirmasi Covid-19 setelah pulang dari Ponpes Temboro.

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi mengatakan, total ada 10 orang yang mengikuti rapid test. Meliputi enam anggota dari keluarga pasien positif dan empat dari kelurga pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumah pasien positif di Jl RE Martadinata Jombang.

”Tapi yang hadir baru enam orang, termasuk balita, sedangkan empat tidak hadir akan ditindaklanjuti besok pukul 10.00 WIB di Puskesmas Jabon,” ujarnya.

Hingga sore kemarin, hasil rapid test belum diterimanya. Namun sebagai antisipasi, Erwin mengaku sudah mengambil beberapa penanganan. Diantaranya, akan menanggung semua kebutuhan makan dan minum selama isolasi mandiri.

”Sejak hari Sabtu (23/5) kemarin, kami putuskan sebelum hasil turun seluruh kebutuhan rumah tangga akan kita tanggung. Bahkan yang bersifat reguler seperti listrik dan elpiji kita tanggung,” papar dia.

Namun ketika hasil sudah turun dan dinyatakan negatif Covid-19, maka pihaknya akan menghentikan semua kebijakan bantuan yang diberikan. ”Apalagi isolasi mandiri, mereka tidak mendapat pemasukan, ini sebagai tanggungjawab desa,” paparnya lagi.

Erwin juga menyebut Desa Kepatihan ditunjuk sebagai kampung tangguh setelah ada warga yang terkonfirmasi positif. Pembentukan desa tangguh ini menjadi salah satu persiapan seandainya ada karantina wilayah sebagaimana  Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito.

”Kami sudah siapkan, misalnya lumbung pangan maupun penerapan one gate system untuk jalur masuk desa,” pungkasnya.

Dikarantina di RSK Mojowarno

SEMENTARA itu RA, 18 warga Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang setelah dinyatakan positif Covid-19, memhuat semua orang di sekitar kini menjalani karantina mandiri. Termasuk enam anggota keluarga dan keluarga PRT yang bekerja di rumahnya.

“Untuk pasien terkonfirmasi sudah dievakuasi ke RSK Mojowarno, untuk keluarganya kini sedang diawasi,” terang Erwin Pribadi, Kepala Desa Kepatihan. Sejauh ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Gugas PP Covid-19 Jombang terkait status keluarga pasien ke-29 ini.

Kendati demikian, seluruh akses masuk ke lingkungannya telah ditutup. “Sejak Minggu (24/5) malam, akses masuk sudah diportal atas permintaan warga. Rabu ini, kita akan juga lakukan penyemprotan desinfektan di rumahnya,” lanjutnya.

Erwin menyebut, di rumah itu ada enam orang anggota keluarga  RA. Seluruhnya masih dalam pengawasan dan menunggu rapid test serta pengambilan sampel uji swab. Selain itu, ada juga satu PRT yang bekerja di rumah RA yang kini harus menjalani karantina mandiri.

“Khusus untuk keluarga PRT ini kami berlakukan karantina mandiri di rumahnya bersama keluarganya. Ada 4 orang, termasuk satu balita,” tambahnya. Meski begitu, karantina akan diikuti dengan pemenuhan kebutuhan keluarga.

“Karena memang dari kalangan tidak mampu, sudah diputuskan tadi malam selama hasil swab belum keluar, kebutuhan makanan, susu hingga listrik kami jamin,” pungkas dia.

(jo/ang/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia