alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Penuhi Kebutuhan Pangan Warga, Posko Mulai Berdiri di Plosokerep

28 Mei 2020, 16: 54: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pendirian posko Covid-19 di Balai Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito.

Proses pendirian posko Covid-19 di Balai Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Posko desa untuk pemberlakukan karantina wilayah di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, mulai didirikan. Beberapa petugas terlihat mulai bersiaga meski dapur umum belum dibuka.

Posko utama untuk karantina wilayah ini terdapat di Balai Desa Plosokerep. Sejumlah poster penanda posko sudah dipasang. Meja di depan balaidesa untuk petugas jaga juga sudah ditata. Di dalam balai desa, sejumlah petugas dari BPBD juga mulai datang. “Kalau personil sejak kemarin sore, tinggal menunggu kelengkapan lain,” ucap Deni, salah satu petugas di lokasi kemarin.

Namun di posko utama itu belum terlihat peralatan masak ataupun petugas dapur. “Untuk dapur umum memang belum, masih menunggu petugas, mungkin sore ini baru datang,” tambahnya.

Budi Winarno, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang menyebut pelaksanaan karantina wilayah tinggal menunggu waktu. “Melihat dari kondisi perkembangan di desa. Jadi transmisi lokal memang sudah berkembang. Sebagai pencegahan, kemarin sudah melakukan koordinasi dengan logistik,” lontarnya.

Pihaknya menyebut, nanti ada dapur umum yang berfungsi sebagai suplai makanan bagi seluruh warga yang akan dikarantina. “Karena kita melarang mobilisasi warga, maka kebutuhan mereka akan didapat dari dapur umum itu,” lanjut dia.

Sayang, hingga kemarin Budi mengaku belum bisa menyampaikan berapa anggaran yang akan digelontor Pemkab Jombang untuk karantina wilayah Desa Plosokerep ini. “Anggarannya dari BPBD dan Baznas, karena belum ada dari refocussing,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Desa Plosokerep sudah ada lima warga yang dinyatakan positif korona. Sementara dari 37 orang yang sudah menjalani rapid test, 16 diantaranya dinyatakan reaktif dan menunggu akan segera di uji swab.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia