alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Wacana Pendirian Dapur Umum di Desa Plosokerep Mulai Dibahas

27 Mei 2020, 11: 31: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang, Agus Purnomo.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang, Agus Purnomo. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang mulai bergerak mempersiapan pendirian dapur umum di wilayah Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito. Meski belum ada keputusan karantina wilayah, namun dapur umum dianggap sebagai langkah awal yang harus disiapkan lebih dulu.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Agus Purnomo mengatakan, mulai kemarin pemkab sudah mempersiapkan pendirian dapur umum di Desa Plosokerep. ”Memang benar, hari ini (kemarin, Red) tim mulai membahas persiapan mendirikan dapur umum,” tegasnya.

Namun demikian Agus menyebut langkah yang diterapkan ini bukan sebagai karantina wilayah, melainkan isolasi mandiri untuk mencegah penularan klaster Plosokerep. ”Kami membantu warga disana, dengan tujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 dari Desa Plosokerep,” tambahnya.

Dalam pendirian dapur umum itu pihaknya melibatkan semua unsur baik relawan, warga, maupun pihak pemerintah desa. ”Intinya kita gotong royong sembari menyiapkan keputusan terbaik ke depan,” papar dia.

Klaster Plosokerep sendiri menjadi atensi utama setelah ada lima warga yang dinyatakan positif. Apalagi dari 29 warga yang dilakukan rapid test, sebanyak 15 orang  reaktif.

”Semoga dengan langkah isolasi mandiri ini kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 semakin tinggi, sehingga penyebaran bisa ditekan lebih maksimal,” tegasnya.

Terpisah, dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan menerangkan hingga kemarin masih belum ada keputusan penerapan karantina wilayah di Desa Plosokerep. Alasannya, pemkab belum menyiapkan anggaran untuk dapur umum.

”Jadi terus terang secara khusus belum ada. Namun kemungkinan besar nanti kita lakukan gerakan donasi kemanusiaan untuk kebutuhan makan dan minum,” tegas dia.

Sementara itu Mustaghfirin Camat Sumobito menerangkan sampai saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemkab terkait rencana dibentuknya Desa Ploskerep sebagai desa tangguh. “Kalau karantina wilayah nanti urusan kabupaten, di kecamatan tidak bisa. Karena kaitannya banyak, seperti anggaran dan sebagainya,” katanya.

Soal rencana dibentuknya desa tangguh, katanya itu sesuai arahan Bupati Jombang Mundjidah Wahab. “Intinya tangguh terhadap Covid-19. Terkait pendataan dan persiapan keamanan sosial,” imbuh dia.

Desa tangguh menjadi salah satu persiapan seandainya  karantina wilayah benar-benar diterapkan. “Jadi sewaktu-waktu misal sudah karantina wilayah ini bisa siap, intinya ini persiapan awal,” terang Mustaghfirin.

Upaya yang dilakukan pihak desa, sementara akses masuk ke Desa Plosokerep ditutup. Kalau pun nanti karantina wilayah banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti orang sudah tidak bisa keluar masuk. Sehingga mempersiapkan segala kebutuhan.

Salah satunya keperluan logistik. “Sekarang belum, tetapi nanti kalau sudah begitu (karantinta wilayah, Red) ya harus siap dapur umum,” pungkasnya.

(jo/ang/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia