alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

IDI Jombang Dorong Pemkab Segera Karantina Wilayah Desa Plosokerep

27 Mei 2020, 11: 19: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ketua Gugus Tugas Covid-19 IDI Jombang dr Sjarifuddin

Ketua Gugus Tugas Covid-19 IDI Jombang dr Sjarifuddin (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rencana Pemkab Jombang melakukan karantina wilayah di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito mendapat dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang. Sebab, penularan transmisi lokal harus diwaspadai sejak dini sebelum terjadi ledakan kasus.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 IDI Jombang dr Sjarifuddin menyebut, sudah ada lima warga Desa Plosokerep yang terkonfirmasi positif. Sehingga karantina wilayah di Desa Plosokerep memang sudah perlu dilakukan. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas. ”Apalagi sudah ada lima positif dan sekitar 15 yang reaktif,” ujarnya kemarin (26/5).

Saat pemkab memutuskan penerapan wilayah, ia menyebut ada beberapa hal yang diterapkan. Misalnya, kebutuhan makan dan minum seluruh warga yang berada di wilayah itu ditanggung pemkab. Termasuk mendisiplinkan warga luar agar tidak masuk ke wilayah karantina. Penerapan physical distancing secara ketat kepada warga yang dikarantina.

”Pemkab harus menyediakan dapur umum untuk kebutuhan makan minum warga,” tambahnya. Bukan hanya pemerintah daerah yang harus proaktif saat diterapkan karantina wilayah di Desa Plosokerep. Camat setempat juga harus ikut andil menggalang potensi warga agar lebih peduli kepada warga yang dikarantina. ”Misalnya ikut membantu dalam hal kebutuhan pokok, karena memang kita tidak bisa menggantungkan semua ke pemerintah daerah,” tandasnya.

Sjarifuddin menyebut, tak hanya klaster Plosokerep yang perlu diwaspadai. Penularan klaster lokal Desa Sengon juga harus menjadi perhatian Gugas PP Covid-19 Jombang. Sebab, saat ini tercatat tiga orang dinyatakan positif dari penularan transmisi lokal tersebut. ”Informasinya, pasien asal Kecamatan Jogoroto adalah penularan dari klaster Sengon. Benar tidaknya, ini juga harus diantisipasi,” jelas dia.

Budi Winarno, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Jombang menerangkan rencana karantina wilayah hingga siang kemarin (26/5) masih dalam pembahasan intensif. “Artinya jika mengambil keputusan untuk karantina wilayah, pemerintah harus mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yang paling penting makan dan minum,” ucapnya kemarin.

Sejauh ini belum ditentukan mekanisme penyaluran pangan jika karantina wilayah diterapkan. Apakah membuat dapur umum atau ada opsi lain. Semua aktifitas masyarakat dibatasi. Tidak ada yang bisa keluar atau masuk di wilayah tersebut. “Namanya kita karantina, sehingga tidak ada yang bisa keluar masuk, aktifitas warga juga dibatasi,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan karantina wilayah adalah tingkat persebaran virus sudah tinggi. “Artinya, ada kondisi tidak normal di sana, sehingga diadakan karantina wilayah untuk mengurangi transmisi lokal,” tambah Budi.

Pada kesempatan ini ia meminta masyarakat untuk membangun pola pikir positif. “Karena kasihan, orang yang sudah takut, lalu berfikir tidak baik, malah memengaruhi kondisi masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Pihak Gugas PP sudah melakukan edukasi dan sosialisasi di lingkungan Plosokerep untuk menghadapi wabah Covid-19. “Jadi untuk karantina wilayah masih dalam pembahasan,” pungkas Budi.  

Seperti diketahui, kasus positif Covid-19 di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang direspons serius Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang. Salah satunya rencana pembahasan karantina wilayah.

(jo/ang/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia