alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Pandemi Korona, Penjual Ketupat Lebaran Jombang Masih Kebanjiran Order

26 Mei 2020, 19: 27: 07 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tak terpengaruh dengan kondisi pandemi, Supatmi, warga Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, tetap menjalankan rutitinitas tahunan menjual ketupat.

Tak terpengaruh dengan kondisi pandemi, Supatmi, warga Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, tetap menjalankan rutitinitas tahunan menjual ketupat. (Azmy Endiyana Z/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

Meski lebaran tahun ini berbeda dengan sebelumnya lantaran pandemi Covid-19. Para pembuat ketupat masih kecripatan rejeki dengan banyaknya order. Bahkan permintaan juga banyak yang datang dari luar daerah.

JOMBANG - Pagi yang cerah, jalan raya di Kecamatan Jogoroto nampak lengang. Ada beberapa kendaraan yang melintas di hari pertama Lebaran itu untuk tetap bersilaturahmi ke rumah saudara. Meski sebenarnya sudah ada larangan untuk tidak berkunjung untuk bermaaf-maafan.

Tak terpengaruh dengan kondisi pandemi, Supatmi, warga Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, tetap menjalankan rutitinitas tahunan menjual ketupat. Apalagi, kebiasaan itu dijalaninya sejak 15 tahun lalu. Sehingga di tengah situasi pandemi, ia tetap membuat dan menjual ketupat lebaran dengan berbagai bentuk dan ukuran.

”Pesanannya masih banyak meski kondisi seperti sekarang,” ujarnya sembari membuat ketupat. Lantaran banyak pesanan itulah ia dibantu anaknya membuat selongsong ketupat. Dalam sehari, dia bisa membuat empat sampai enam ribu selongsong ketupat.

Dia mengakui, permintaan ketupat tahun ini justru lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal sejak ada pandemi, dia sebenarnya sudah merasa pesimistis permintaan selongsong ketupat akan menurun drastis. ”Dulu dalam sehari permintaan paling banyak 5.500 ketupat perhari, sekarang bisa sampai 6.000 ketupat setiap harinya,” bebernya.

Ribuan selongsong ketupat itu tidak hanya permintaan dari warga Jombang saja. Sebagian diantaranya justri dari luar daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Kediri. Untuk itu dia harus memesan bahan ketupat lebih banyak. Sebab, janur sebagai bahan pembuatan selongsong ketupat itu didatangkan dari luar daerah. 

”Kalau ada yang dari Jombang ya ambil dari Jombang, kalau tidak ada ya ambil dari Malang karena di sana janur banyak,” terangnya. Untuk harga jual selongsong ketupat ini ia hargai Rp 14 ribu per ikat yang berisi sepuluh ketupat. Harga tersebut mengalami perubahan dari lebaran sebelumnya Rp 13 ribu per ikat. ”Harganya memang setiap tahun naik,” pungkas Supatmi.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia