alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pandemi Korona, Mobilitas Warga Jombang Jelang Lebaran Justru Naik

Pembeli di Lapak Baju Baru Berjubel

23 Mei 2020, 19: 39: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

BERJUBEL: Kondisi pasar bhayangkara alias pasar senggol dan Pasar Cukir dipadati pembeli kemarin.

BERJUBEL: Kondisi pasar bhayangkara alias pasar senggol dan Pasar Cukir dipadati pembeli kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – H-2 jelang lebaran kemarin (22/5), aktivitas pergerakan warga cenderung tak terkendali. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang terpantau berjubel. Selain mempersiapkan kebutuhan pokok, tak sedikit dari mereka membeli baju baru.

Ironisnya, beberapa warga terpantau tak memakai masker dan tak memerhatikan physical distancing. Di pasar bhayangkara atau pasar senggol misalnya, kepadatan pembeli terlihat mulai pagi, sore hingga lepas isya. Pasar ini memang menjadi alternatif karena dikenal menyediakan baju dengan harga miring.

”Ya sejak seminggu ini mulai padat, namun paling ramai biasanya habis maghrib sampai isya,” ujar Ahmad Fadlan, salah satu pedagang kemarin. Ia mengaku ada kenaikan omset hingga 50 persen sejak H-7. Setelah awal puasa hingga minggu ketiga masih sepi pembeli. ”Mungkin awal puasa karena efek Covid-19 jadi sepi,” jelas dia.

Dalam seminggu ini juga bertepatan dengan pencairan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah, sehingga jumlah pembeli meningkat. Masyarakat yang datang rata-rata membeli pakian untuk lebaran, mulai baju muslim hingga celana panjang. ”Sarung dan kopyah juga laris,” tandasnya senang.

Kendati begitu, dia sendiri sebenarnya sempat merasa waswas saat ada pembeli yang terlihat kurang sehat. Misalnya, batuk-batuk atau flu. ”Apalagi yang tanpa gejala kan mulai ada yang kena, jadi saya sendiri selalu pakai masker dan membawa hand sanitizer,” tegas dia.

Kepadatan sama juga terpantau di Pasar Cukir. Ramainya pembeli tidak hanya terpusat di penjual baju, namun menyebar di pedagang sayur mayur, bumbu dapur hingga kebutuhan sembilan bahan pokok. Menurut Utami, 47 salah satu pedagang, keramaian pembeli mulai dirasakan sejak pekan lalu (24/5). ”Ramai sejak seminggu ini,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Dia juga mengaku khawatir pembeli yang berjubel tersebut rentan terhadap penyebaran virus korona yang ditimbulkan dari kerumunan warga. ”Beberapa waktu lalu petugas sudah memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pembeli di pasar agar menjagar jarak serta mengenakan masker. Namun masih banyak pembeli dan penjual yang tidak mengenakan masker,” terangnya.

Apalagi, dari hasil rapid test masal yang dilakukan Gugas PP Covid-19 Jombang beberapa waktu kemarin, ada tiga pedagang yang diketahui hasilnya reaktif. Pedagang itu dari Pasar Peterongan dan Pasar Ploso.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia