alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Jasa Beli Emas di Jombang Sepi Omzet, Sehari Hanya Empat Gram

23 Mei 2020, 19: 27: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jasa beli emas yang banyak ditemui di emperan Pasar Legi Jombang, tetap sepi. Emas yang didapatkan setiap hari sangat sedikit. Padahal, harga emas saat ini sedang tinggi.

Jasa beli emas yang banyak ditemui di emperan Pasar Legi Jombang, tetap sepi. Emas yang didapatkan setiap hari sangat sedikit. Padahal, harga emas saat ini sedang tinggi. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Jelang lebaran, jasa beli emas biasanya ramai untuk memenuhi kebutuhan. Namun kali ini sebaliknya. Jasa beli emas yang banyak ditemui di emperan Pasar Legi Jombang, tetap sepi. Emas yang didapatkan setiap hari sangat sedikit. Padahal, harga emas saat ini sedang tinggi.  

“Sekarang sangat sedikit, tahun ini paling sepi,” ungkap Supriono, salah satu pemilik jasa beli emas. Melakoni dunia beli emas emperan sejak 1982, tahun ini dirasakan menyesakkan dana. Berbeda dengan lebaran biasanya, dirinya selalu panen emas. Karena banyak warga yang menjual emas untuk memenuhi kebutuhan.

“Sekarang dapat 10 gram dalam sehari saja sudah banyak, bahkan kalau sedang sangat sepi, hanya dapat empat sampai lima gram,” keluhnya. Kondisi ini berbeda jauh dengan beli emas emperan yang dirasakan tahun lalu. Dia bisa mendapat 15-20 gram per hari. “Padahal harga emas sekarang tinggi, tapi masih sepi,” tambahnya.

Dia lantas menjelaskan emas perhiasan kadar 30 persen atau 8 karat, akan dibeli dengan harga Rp 200 ribu per gram. Jika kadarnya 40 persen atau 10 karat, maka akan dibeli dengan harga Rp 250 ribu per gram. Untuk emas kadar 70 persen dengan 16 karat, dibeli Rp 450 ribu. Dan emas kadar 75 persen atau 18 karat ia beli dengan harga Rp 500 ribu per gram.

Sedangkan kadar paling tinggi 99 persen atau 24 karat, dibeli dengan harga Rp 750 ribu per gram. “Tapi kalau 24 karat jarang sekali, yang banyak di pasaran kadar 30-75 persen,” jelasnya. Untuk mengetahui berapa karat dan kadar emas, ia mengecek dengan mengoleskan perhiasan ke benda sejenis batu, lalu ditetesi cairan.

Dengan begitu ia tahu berapa kadar emas dan berapa karat emas yang terkandung didalamnya. Supriono mengaku, harga jual emas di emperan Rp 100-150 ribu lebih murah. “Karena saya beli yang tidak ada suratnya, kalaupun ada surat emas, juga tidak terpakai, jadi sama saja,” tambahnya.

Emas yang ia dapatkan kemudian dilebur kembali dan dijadikan emas batangan. Hanya saja, proses peleburan emas ini tidak dilakukannya sendiri. “Lalu dijual lagi. Saya hanya jasa beli emas, sejak 1982 di sini tidak pernah pindah,” pungkas dia.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia