alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Nekat Berjualan Padahal Reaktif, Pemilik Toko Disemprit Camat Ploso

22 Mei 2020, 13: 03: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Screenshoot video yang beredar di sejumlah grup Whatsapp terkait aktivitas pedagang yang tetap membuka tokonya meski sudah dinyatakan reaktif.

Screenshoot video yang beredar di sejumlah grup Whatsapp terkait aktivitas pedagang yang tetap membuka tokonya meski sudah dinyatakan reaktif. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Satu dari tiga pedagang pasar yang hasil rapid test reaktif, ternyata tak mengindahkan saran petugas. Berdasar video yang beredar di grup Whatsapp, ia tetap berjualan meski ada petugas yang tiba di lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Video berdurasi 04.55 menit itu berada di salah satu toko di Kecamatan Ploso. Petugas terlihat bertanya beberapa kali ke  mereka yang berada di dalam toko. Tak berselang lama, seorang wanita bermasker keluar dari toko. Wanita ini langsung menaiki motor matic warna hitam. Dalam percakapan itu, petugas meminta agar wanita itu segera isolasi mandiri di rumah.

Suwignyo Camat Ploso mengakui video yang beredar itu berada di Pasar Ploso setelah satu diantara pedagang yang  hasil rapid test menunjukkan reaktif. “Jadi memang benar itu video kemarin (Rabu, Red). Waktu kami datangi toko ibu Zk,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (21/5).

Dijelaskan, kedatangannya bersama dengan petugas kesehatan, lantaran pedagang yang berasal dari Desa Rejoagung itu tetap nekat berjualan. Meski hasil rapid test sudah keluar. Saran petugas agar melakukan isolasi mandiri di rumah diabaikan. “Akhirnya kami bersama-sama datang ke sana. Kami sampaikan apakah mau pulang sendiri atau dijemput memakai mobil polisi. Akhirnya dia pulang sendiri,” imbuh dia.

Berdasar keterangan yang dia terima, pedagang itu tetap berjualan dengan alasan kondisi tubuh yang sehat. “Jadi yang bersangkutan merasa tidak ada gejala atau sakit. Kedua, ibu ini mengaku hasil belum keluar. Akhirnya dia berjualan,” beber Suwignyo.

Kendati begitu, pedagang tersebut tetap diminta mengisolasi mandiri di rumah. “Setelah itu membuat surat penyataan tidak akan keluar rumah sepanjang 10 hari ke depan. Karena rapid test yang kedua,” terang dia. Jika dalam perkembangan sepuluh hari ke depan tetap nekat berjualan, maka ia tak segan akan menutup paksa tokonya. “Kemarin itu langsung ditutup,” paparnya.

Setelah pedagang tersebut pulang ke rumah, lanjut Suwignyo, beberapa pekerja lain yang selama ikut membantu berjualan di toko dibawa ke puskesmas. “Ada empat orang diminta rapid test ke puskesmas. Ada anaknya juga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pedagang di Pasar Peterongan dan Pasar Ploso diketahui hasil rapid test reaktif Sabtu lalu (16/5), diminta menjalani isolasi mandiri di rumah. Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan (Gugas PP) Covid-19 Jombang akan melakukan rapid test ulang 10 hari kemudian.

Dalam penjelasannya, anggota Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Wahyu Sri Hartini mengaku sudah meminta tiga pedagang yang hasilnya reaktif untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. ”Koordinasinya kita lakukan melalui puskesmas masing-masing,” ujarnya.

Disinggung mengenai langkah uji swab, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jombang ini menyebut belum karena tiga pedagang tersebut akan di-rapid test ulang terlebih dahulu pada sepuluh hari berikutnya, setelah rapid test pertama.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia