alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Selangkah Lagi, KH M Bisri Syansuri Ditetapkan Pahlawan Nasional

22 Mei 2020, 12: 56: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

BERLANGSUNG HANGAT: Suasana seminar nasional tentang kiprah dan perjuangan KH Bisri Syansuri melalui aplikasi Zoom.

BERLANGSUNG HANGAT: Suasana seminar nasional tentang kiprah dan perjuangan KH Bisri Syansuri melalui aplikasi Zoom. (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Setelah memiliki KH Hasyim Asy’ari dan KH Wabah Chasbullah, selangkah lagi bakal ada tokoh Jombang lain yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Ia KH M Bisri Syansuri (Mbah Bisri), pendiri Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar sekaligus tokoh pendiri NU.

Rabu (20/5) lalu, seminar yang menjadi salah satu tahapan dalam pengusulan Mbah Bisri sebagai pahlawan nasional itu digelar PBNU bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif (Ikappmam) dan Bisri Syansuri Research Center.

Enam pembicara hadir untuk memaparkan kiprah dan peran KH M Bisri Syansuri dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Diantaranya Robikin Emhas (Ketua PBNU), Dr Imam Subhi (anggota TP2GP), Prof Imam Taufik (rektor UIN Semarang), Syaiful Huda (ketua Komisi X DPR RI), Prof Ali Munhanif (dekan FISIP UIN Jakarta) dan Moch Faisol penulis buku Jejak Laskar Hizbullah sekaligus kru Jawa Pos Radar Jombang.

Seminar dipandu H Jamroji Ihyak yang juga alumni pondok pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Hadir juga Prof Mohammad Nasir, staf khusus Wapres RI bidang Reformasi Birokrasi sebagai keynote speaker. Sementara dari Kementerian Sosial RI diwakili Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Joko Irianto.

Moch Faisol, salah satu pembicara mengatakan, seminar merupakan salah satu syarat dalam mekanisme pengusulan gelar Pahlawan Nasional. “Tiga tokoh dari Jombang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pertama KH A Wahid Hasyim 10 November 1960,” katanya.

Dua tokoh berikutnya yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional adalah pendiri Nahdhatul Ulama (NU), yaitu KH M Hasyim Asy’ari (1964) dan KH A Wahab Hasbullah (2014). “Sekarang satu lagi pendiri NU yang sedang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional yaitu Mbah Bisri,” lanjut dia.

Faisol menjelaskan, negara memberigelar Pahlawan Nasional bagi mereka yang pernah berjuang melawan penjajah di wilayah NKRI. Baik yang gugur saat berjuang atau meninggal dunia di kemudian hari. “Panitia mengusulkan nama kepada Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Tim ini terdiri dari praktisi, akademisi, pakar, sejarawan dan instansi terkait,” imbuhnya.

Beberapa bulan lalu, lanjut dia, panitia pengusul telah memulai proses dari Jombang. Mereka melakukan audiensi dan presentasi dengan tim di Dinas Sosial Kabupaten Jombang. “Selanjutnya mendapat rekomendasi Bupati Jombang untuk diteruskan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Kemudian Tim TP2GD bersidang untuk meneruskan ke TP2GP,” tambahnya.

Hingga akhirnya, kemarin digelar Seminar Nasional yang menghadirkan narasumber dari perwakilan Kemensos RI, sejarahwan tingkat nasional dan sejahrawan tingkat daerah. “Namun karena masih dalam masa PSBB di Jakarta, seminar dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom,” pungkas dia.

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia