alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Pemdes Plosokerep Siapkan Skenario Karantina Wilayah dan Dapur Umum

Antisipasi Ledakan, Satu RT Bakal Rapid Test

22 Mei 2020, 10: 32: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Hendrik Prasongko, Kaur Umum Desa Plosokerep.

Hendrik Prasongko, Kaur Umum Desa Plosokerep. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Usai tiga warga dinyatakan positif Covid-19 dan sembilan orang reaktif, seluruh warga satu RT di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, direncanakan mengikuti rapid test lanjutan.

Skenario karantina wilayah juga mulai disiapkan, termasuk pendirian dapur umum untuk mencukupi kebutuhan pangan warga.

“Kalau upaya ya pembatasan aktifitas, sama penutupan jalan. Bukan warga asli dan tidak berkepentingan, dilarang masuk,” terang Hendrik Prasongko, Kaur Umum Desa Plosokerep.

Termasuk penutupan musala dan seluruh aktivitas, hingga penutupan akses masuk permukiman setingkat RT. “Untuk Idul fitri nanti juga tidak ada salat Id, ada petugas dari posko juga yang menjaga,” tambahnya.

Akan ada juga uji swab tambahan untuk seluruh warga. Ini dilakukan karena sudah ada sembilan warga yang reaktif berdasar rapid test. Sehingga diduga kuat banyak warga terpapar dari pasien yang lebih dulu terkonfirmasi positif.

“Kemarin kami mengajukan 50 orang, tapi baru 16 orang yang sudah dilakukan. Sisanya mungkin dilanjut minggu-minggu ini,” tambahnya.

Sembilan orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif, hingga kini masih menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Enam diantaranya masih menunggu jadwal uji swab dari RSUD Jombang.

“Yang jelas kondisi mereka sehat, petugas juga memantau,” tambahnya. Dalam waktu dekat, Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang sudah mengindikasi akan ada karantina wilayah jika kondisi semakin memburuk.

“Kalau memang ada tambahan lagi, bisa saja ada skenario karantina wilayah. Juga dibangun dapur umum di sekitar wilayah itu,” tambah dia lagi. Hanya saja untuk memastikan kebijakan ini, pihaknya masih menunggu survei lokasi hingga kebutuhan anggaran yang akan dibutuhkan.  

Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 di Desa Plosokerep terhitung masif. Selain tiga orang terkonfirmasi positif, sembilan lainnya dinyatakan reaktif berdasar rapid test. Diduga kuat penyebaran ini muncul lantaran dua pasutri positif, sempat berkontak erat dengan warga di sekitar rumahnya.

Disinggung keberadaan AS, 28, pasien positif ke-27 yang dirawat di RSK Mojowarno, pihaknya menyebut sempat kembali bekerja di pabrik kertas sebelum dinyatakan positif. Hendrik bercerita, sebelum dinyatakan positif, AS sudah melakukan rapid test di Mojokerto. Saat itu, ia dinyatakan reaktif dan harus menjalani isolasi mandiri.

“Kemudian waktu di sini ada rapid test, dia juga ikut lagi. Hasilnya nonreaktif. Tapi dia tetap dilakukan uji swab dan tetap harus karantina mandiri. Artinya sementara dia berhenti bekerja,” lanjutnya.

Namun hasil swab pertama yang dilakukan terhadapnya muncul negatif. Setelah itu AS sempat diambil sampel untuk uji swab kedua. “Tapi karena sudah punya hasil negatif, dia akhirnya kembali kerja dengan bekal surat keterangan negatif itu. Bahkan sudah sempat mencari kos di dekat pabrik, supaya tidak kembali pulang ke Jombang,” tambah Hendrik.

Namun dari sampel swab kedua itu, ia kemudian dinyatakan terkonfirmasi positif. Hingga kini ia harus menjalani isolasi ketat di RSK Mojowarno. “Kalau ditanya sempat kerja lagi ya sempat, tapi ternyata malah positif,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia