alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Manajemen Swalayan di Tunggorono Penuhi Panggilan Satpol PP Jombang

20 Mei 2020, 13: 37: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Usai mendapat peringatan keras dari Satpol PP terkait pengunjung yang bergerombol, pihak manajemen swalayan di Jl Yos Sudarso, Tunggorono Jombang akhirnya memenuhi panggilan petugas.

Usai mendapat peringatan keras dari Satpol PP terkait pengunjung yang bergerombol, pihak manajemen swalayan di Jl Yos Sudarso, Tunggorono Jombang akhirnya memenuhi panggilan petugas. (Azmy Endiyana Z/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Usai mendapat peringatan keras dari Satpol PP terkait pengunjung yang bergerombol, pihak manajemen swalayan di Jl Yos Sudarso, Tunggorono Jombang akhirnya memenuhi panggilan petugas.

“Tadi (kemarin) dua orang dari pihak manajemen swalayan sudah datang ke kantor,” terang Haris Aminudin Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Jombang kemarin.

Haris mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapat pengaduan masyarakat yang resah dengan aktivitas pengunjung di salah satu swalayan yang disebut mengabaikan protokol pencegahan Covid-19.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah anggotanya bergerak ke lokasi mengecek kebenaran informasi itu. “Setelah kami melakukan pengecekan beberapa hari yang lalu, memang masih berjubel terutama di kasir,” ujar Haris.

Karena saat itu belum bisa bertemu dengan jajaran pimpinan swalayan, pihaknya menindaklanjuti dengan berkirim surat teguran. “Agar bisa mematuhi standar protokol pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat kemarin, pihaknya banyak menyampaikan hal-hal terkait pencegahan Covid-19. “Jadi apabila kapasitas pengunjung melebihi karyawan, harus menambah karyawan agar tidak berjubel di kasir,” ungkapnya.

Selain itu, harus dilakukan pembatasan pengunjung. Apabila sudah memenuhi kapasitas, harus dilakukan penutupan sementara. Sehingga, pengunjung tidak berjubel pada saat berbelanja. “Kalau perlu dilakukan, pintu depan ditutup sementara untuk mengatur jumlah pengunjung yang masuk ke swalayan,” bebernya.

Meski pihak swalayan sudah menyanggupi, Haris menegaskan masih akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Misal setelah diberikan teguran pihak swalayan tidak bisa mematuhi protokol kesehatan, maka pihaknya tidak segan memberikan tindakan tegas.

“Tetap kita lakukan pengawasan, misal tidak bisa menjalankan protokol pencegahan Covid-19, akan ada penindakan yang lebih tegas. Pastinya kita koordinasikan dengan tim Gugas terlebih dulu,” singkatnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia