alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Janda Ternyata Dalam Pengaruh Miras

19 Mei 2020, 19: 17: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

TPS, 29, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan janda di Mojowangi meringkuk di sel tahanan.

TPS, 29, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan janda di Mojowangi meringkuk di sel tahanan. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang berujung tewasnya SR, 35, warga asal Kecamatan Mojowarno Sabtu (16/50 terungkap. Usai melakukan pemeriksaan intensif, polisi menetapkan TPS, 29, kuli bangunan asal Surabaya sebagai tersangka.

”Pelaku sudah kita tangkap. Atas perbuatannya kita jeratkan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan Jo Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancamannya penjara paling lama 15 tahun,” tegas Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan kemarin.

Boby menambahkan, sebelum menjalankan aksi bejatnya, sekitar pukul 20.00, tersangka sempat menggelar pesta minuman keras bersama tujuh temannya di sebuah rumah kosong di Desa Mojowangi.

Selang sekitar dua jam kemudian, pelaku berpamitan meninggalkan lokasi untuk membeli air mineral di sebuah minimarket yang tak jauh dari lokasi. ”Kemudian TPS melihat korban disebrang jalan, dia kemudian melambaikan tangan kepada korban karena korban diketahui tuna wicara alias tidak dapat bicara,” imbuhnya.

Tak menyadari niat jahat pelaku, korban pun menyeberang jalan dan menemui pelaku. Setelah bertatap muka dengan korban, tersangka memperdayai korban agar mau diajak ke belakang minimarket. ”Korban menolak, tapi TPS tetap memaksa,” tambah dia.

Saat tiba di belakang minimarket itulah, lanjut Boby, pelaku melancarkan rencana bejatnya. Pelaku memaksa korban melakukan hubungan layaknya suami istri. ”Korban sempat teriak karena menolak disetubuhi,” jelas dia.

Sejurus kemudian, pelaku berhasil melucuti celana korban dan melampiaskan nafsu bejatnya. ”Dari pengakuan tersangka, korban sempat melakukan perlawanan. Dari situlah emosi pelaku memuncak,” bebernya.

Pelaku melayangkan pukulan kearah  mulut korban menggunakan tangan kosong, termasuk mengenai pelipis dan mata korban. Tak berhenti sampai di situ, pelaku selanjutnya membenturkan kepala korban ke lantai sebanyak dua kali. ”Sehingga mengakibatkan pendarahan,” jelas dia.

Tak hanya itu, pelaku juga menginjak dada korban satu kali, sehingga membuat korban pingsan. ”Tersangka berusaha mengangkat tubuh korban untuk dibawa ke semak-semak. Namun baru empat meter diturunkan kembali. Karena pelaku melihat sejumlah warga mendatangi lokasi. Karena sebelumnya korban memang berteriak minta tolong," papar dia.

Setelah ada warga yang mendatangi lokasi, pelaku kemudian melarikan diri. Namun, untuk menghindari kepungan warga, pelaku sembunyi dan menghilang di kegelapan. Korban yang pingsan langsung ditolong warga dan dilarikan ke RSUD Jombang. Meski sempat mendapat perawatan, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Sebelumnya, warga RT 01, RW 04 Dusun/Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno digegerkan penemuan wanita setengah telanjang di atas parit Sabtu (16/5). Meski sempat bertahan, korban yang diketahui bernama SR, 35,  akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD Jombang.

Dari hasil pemeriksaan di tubuh korban, diduga mengarah tindak pemerkosaan dan penganiayaan yang berujung kematian janda dua anak ini. Polisi bergerak cepat memburu pelaku. Kecurigaan petugas tertuju pada TPS, 29, kuli bangunan asal Surabaya. Minggu (17/5) sekitar pukul 09.30 pelaku akhirnya berhasil diringkus.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia