alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

BLK Jadi Tempat Karantina, Gugas Jombang Masih Berunding dengan Warga

19 Mei 2020, 19: 07: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Gedung BLK (balai latihan kerja) yang akan dipinjam Pemkab Jombang untuk ruang tambahan isolasi pasien Covid-19.

Gedung BLK (balai latihan kerja) yang akan dipinjam Pemkab Jombang untuk ruang tambahan isolasi pasien Covid-19. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Mendapat penolakan warga, rencana Pemkab Jombang meminjam BLK (balai latihan kerja) Jombang untuk ruang tambahan isolasi pasien Covid-19 macet hingga kini. Upaya pendekatan ke warga belum membuahkan hasil.

”Sampai sekarang masih dirundingkan sama Pak Wabup (Sumrambah, Red) juga. Mudah-mudahan bisa,” terang Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno kemarin.

Saat ini tim dari gugas juga sudah berupaya membuka komunikasi dengan jajaran pemerintah desa dan sejumlah tokoh masyarakat untuk membahas terkait rencana itu.

”Kalau dari pemprov sudah mengizinkan kita pakai, cuma sebagian dari masyarakat di situ belum menerima, ini baru akan kita rundingkan dengan perangkat dan dan tokoh masyarakat setempat,” bebernya.

Budi kembali menegaskan, upaya menyediakan tempat isolasi tambahan untuk penanganan pasien Covid-19 dinilai penting, salah satu mempertimbangkan ketersediaan bed (tempat tidur)  di sejumlah rumah sakit rujukan yang terbatas.

”Itu sebagai langkah antisipasi kita, misal daya tampung di rumah sakit rujukan kurang, apalagi tren kasusnya juga terjadi peningkatan,” bebernya. Karenanya, fungsi menyediakan ruang isolasi tambahan di BLK sebenarnya lebih diarahkan untuk menampung buruh migran dan TKI.

”Mereka yang sudah swab test dinyatakan negatif, terus menunggu swab test kedua negatif,” bebernya. Pihaknya menyadari kekhawatiran warga sekitar, ancaman penularan penyakit, namun demikian tentu prosesnya melalui pengawasan ketat dari petugas. ”Tentu ada petugas yang mengawasi di situ, artinya protocol kesehatan Covid-19 tetap dijalankan,” singkatnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia