alexametrics
Sabtu, 06 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Ojek Online Asal Kesamben Positif Covid-19, Masuk Urutan ke 24 Jombang

19 Mei 2020, 16: 15: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 dr Pudji Umbaran

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 dr Pudji Umbaran (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jombang bertambah. Per Senin kemarin (18/5), ada penambahan satu kasus seorang ojek online (ojol) dari Kecamatan Kesamben. Sehingga total pasien Covid-19 ada 24 orang.  

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 dr Pudji Umbaran menyampaikan, pasien ke-24 ini seorang laki-laki, inisial RS, usia 36 tahun, asal Desa Wuluh Kecamatan Kesamben. Pasien tersebut diketahui bekerja sebagai ojek online di Surabaya.

”Dia masuk bersama istrinya, HM, usia 31 tahun yang juga bekerja di Surabaya, sekitar seminggu lalu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang. HM, 31 dan RS 36 sudah dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Jombang.

Hasil rapid test suami istri itu reaktif dan menunjukan gejala Covid-19. ”Istrinya muncul gejala batuk dan sesak nafas, kemudian kita lakukan uji swab di hari yang sama dan kita kirim di hari yang sama ke BBTKLPP Surabaya,” tambahnya.

Setelah dilakukan perawatan intensif seminggu ini hasil uji swab yang bersangkutan keluar siang kemarin. RS, 36 dinyatakan positif dan HM dinyatakan negatif dua kali berturut-turut. ”Awal masuk yang memiliki gejala awal adalah yang perempuan. Tapi justru hasil keluar adalah laki-laki yang positif,” tambahnya.

Karena sudah menunjukan hasil positif, pasangan suami istri ini akan dipidah ke ruang perawatan berbeda. ”Istrinya akan kami pulangkan besok, tapi kami minta isolasi mandiri di rumah 14 hari,” papar dia.

Sedangkan RS, 36 akan tetap menjalani perawatan di RSUD Jombang sampai dinyatakan sembuh. ”Kondisinya RS sudah membaik dan mulai bagus, awal masuk dia gejalanya batuk sesak,” tandasnya.

Selain itu, Pudji menyebut ada penambahan satu pasien dalam pengawasan. Adalah M, perempuan, usia 56 tahun, dari Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. ”Dia pekerjaanya di Pasar Peterongan, namun dia bukan dari salah satu pedagang yang kita lakukan rapid test kemarin. Ini penambahan baru,” tegasnya.

Terpisah, Humas Gugas PP Covid-19 Jombang Budi Winarno membenarkan ada penambahan satu pasien asal Kecamatan Kesamben. ”Secara komulatif untuk pasien terkonfirmasi sebanyak 24 orang. Mereka diantaranya, tiga orang isolasi di RSUD Jombang, dua isolasi mandiri, 16 orang MRS di Rumah Sakit, dua dinyatakan sembuh dan satu terkonfirmasi meninggal,” jeasnya.

Sementara untuk PDP, secara komulatif sebanyak 18 orang. Dari 18 orang tersebut tiga orang telah selesai pemantauan 14 hari dan empat orang isolasi mandiri, serta lima orang meninggal dunia dan 6 orang masih menjalani MRS di RSUD. ”Ada beberapa perubahan dimana satu pasien PDP naik status menjadi terkonfirmasi dan ada tambahan 1 orang PDP baru,” pungkas Budi.

Enam Pasien OTG Isolasi di RSUD Ploso

SEMENTARA itu enam pasien terkonfirmasi Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) menjalani isolasi di RSUD Jombang. Mereka ditempatkan di gedung dan ruang terpisah dengan pasien umum.

Direktur RSUD Ploso dr Achmad Iskandar Dzulqornain mengatakan, sampai sekarang ada enam pasien yang menjalani isolasi di RSUD Ploso. Enam pasien itu diantaranya, IM, santri Temboro asal Desa Rejosopinggir Kecamatan Tembelang, Mn santri Temboro asal Desa Ceweng, Diwek.

Pasien  ketiga St pensiunan PNS asal Kecamatan Jombang yang terpapar dari pasien ketiga SB. Kemudian SI asal Kecamatan Ngusikan dari klaster Sampoerna, W asal Desa Wuluh Kecamatan Kesamben dari klaster Sampoerna dan terakhir NA asal Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto dari klaster Sampoerna. ”Mereka kita tempatkan di ruang isolasi khusus penanganan Covid-19,” ujar dia.

Ruang isolasi yang dimaksud adalah gedung baru yang sebelumnya akan digunakan untuk ruang VIP. Namun karena ada pandemi, gedung tersebut dialihfungsikan sementara sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala. ”Memang ruang itu paling ideal untuk ruang isolasi,” tambahnya.

Disinggung dari segi fasilitas, Iskandar menyampaikan jika fasilitas di gedung isolasi tersebut sangat lengkap. ”Karena mulanya kita siapkan untuk ruang VIP dan ruangannya cukup besar. Ketika ada perintah melayani Covid-19 maka kita siapkan fasilitas tambahan lainnya,” tandas dia.

Iskandar bisa menjamin meski berada dalam satu komplek, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Ploso tak akan menulari pasien umum lainnya. Sebab, letaknya berbeda dengan ruang perawatan pasien lain. ”Letaknya di blok  terpisah, jadi tidak akan bersentuhan dengan pasien lain,” tegasnya.

Gedung tersebut, diperkirakan dapat menampung 33 pasien. Dengan rincian 17 pasien di lantai 1 dan 16 pasien di lantai 2. ”Ada dua lantai dan sudah kita tata sesuai prosedur isolasi penanganan Covid-19,” pungkas Iskandar.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia